SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan pengembangan kawasan industri baru seiring meningkatnya minat investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu daerah yang mengajukan usulan kawasan industri baru yaitu Kabupaten Kebumen.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menjelaskan pembentukan kawasan industri diawali dari penetapan Kawasan Peruntukan Industri (KPI), sebelum disusun menjadi proyek investasi siap ditawarkan atau Investment Project Ready to Offer (IPRO).
“Untuk menjadi kawasan industri itu berawal dari KPI, kemudian disusun menjadi IPRO atau proyek investasi yang siap ditawarkan. Setelah ada investor yang tertarik, baru masuk ke proses pembangunan,” ujar Sakina saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Kamis, 22 Januari 2026.
BACA JUGA: Pekerja Asing di Jateng Ada 22 Ribu: Terbanyak China, Tersebar di Kawasan Industri
Sakina menyebut, hingga kini Kabupaten Kebumen menjadi satu-satunya daerah yang secara resmi mengajukan usulan kawasan industri baru.
“Yang mengusulkan sejauh ini Kabupaten Kebumen. Kami sudah menerima surat dari bupati, sehingga tahun ini kami akan menyusun kajian untuk kawasan industri di Kebumen,” katanya.
Terkait kemungkinan pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), Sakina menyampaikan peningkatan status dapat dilakukan dari kawasan industri yang telah berkembang.
“Kawasan ekonomi khusus kemungkinan peningkatan dari kawasan industri,” ujarnya.
Jateng Jajaki Investasi dengan Dubai Lewat Minyak Limbah, Nilai Investasi Capai 100 Miliar USD Lebih
Sakina juga menanggapi rencana kerja sama investasi antara Pemprov Jawa Tengah dan investor asal Dubai, Uni Emirat Arab. Ia menyebut penjajakan investasi tersebut melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroda PT Jateng Petro Energi (JPEN) sebagai mitra lokal.
“Sesuai yang Pak Gubernur sampaikan, kerja sama dengan Dubai itu melalui BUMD Perseroda Jateng Petro Energi sebagai local partner,” kata Sakina.
Menurutnya, penjajakan investasi dengan Dubai tidak hanya mencakup pengelolaan limbah minyak, tetapi juga sejumlah sektor lainnya.





