Pendidikan

Kebutuhan Guru Banyak, FGPS Desak Pemprov Jateng: Mengapa Kami Tak Kunjung Diangkat?

×

Kebutuhan Guru Banyak, FGPS Desak Pemprov Jateng: Mengapa Kami Tak Kunjung Diangkat?

Sebarkan artikel ini
Guru R1D FGPS
Perwakilan Forum Guru Prioritas Swasta (FGPS) Jawa Tengah, Rina Dewi Astuti (41), saat dijumpai di Kantor PGRI Jateng, Kamis, 31 Juli 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Sebenarnya dari pusat itu membuka keran yang seluas-luasnya, bahkan dalam rapat yang Pak Aba sampaikan [pada] Selasa, 22 Juli, jangankan paruh waktu, penuh waktu saja kami bisa dapat pengusulan. Yang penting BKD mengusulkan melihat formasi dan anggaran,” tutur Rina.

Terlebih, kata Rina, Provinsi Jawa Tengah masih kekurangan guru di SMA maupun SMK negeri.

BACA JUGA: Kisah Pilu 1.411 Guru Swasta di Jateng Belum Penempatan PPPK: Tunggu 4 Tahun, Jadi Tukang Parkir-Dagang Cilok

“Kami melihat formasi kebutuhan guru di Jawa Tengah itu masih banyak sekali, sehingga kalau tidak dipenuhi juga akan menimbulkan banyaknya guru tamu,” terang dia.

Berdasarkan hasil audiensi dirinya dengan Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Zainuddin, beberapa waktu lalu, APBD Jawa Tengah tergolong cukup untuk menempatkan mereka. Dengan catatan, jika bidang pendidikan menjadi prioritas.

“Untuk masalah anggaran seperti yang Pak Zainuddin sampaikan kemarin masih oke. Jadi harapannya ya kami dituntaskan, kalau bisa ya penuh waktu,” sambung Rina.

Jateng masih kekurangan guru, Rina soroti ‘guru tamu’ yang justru ramai mengajar di sekolah

Lebih lanjut, berdasarkan data yang Rina peroleh dari Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Nunuk Suryani, kebutuhan guru di Jawa Tengah per Oktober 2024 menyentuh 2.298.

“Kami dapat data dari Prof. Nunuk ya, per Oktober 2024. Belum tambah dengan yang pensiun di tahun 2025, berarti sudah 10 bulan. Pastinya akan lebih dari angka tersebut,” terang dia.

Rina meyakini, jumlah kebutuhan guru per Juli 2025 di Jawa Tengah kian meningkat. Hal itu menurutnya tercermin dari guru tamu yang mengajar di sekolah-sekolah.

“Per Juli kan banyak sekali [kebutuhan guru]. Pensiun banyak, tetapi tidak bisa PPPK datangi, karena tidak bisa mengangkat honorer ya jadi ada guru tamu. Itu alternatif dari sekolah negeri,” jelas Rina.

BACA JUGA: Tak Kunjung Dapat Formasi PPPK, Puluhan Guru Swasta se-Jateng Demo di Depan Kantor DPRD Jateng