Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, membenarkan kenaikan harga kedelai dipicu menurunnya produksi serta berkurangnya kuota impor.
“Memang penyebab kenaikan (harga kedelai) karena produksi kedelai saat ini berkurang (info Distanbun) kuota impor juga berkurang,” kata Emmy.
Saat ini harga kedelai di pasaran tercatat berada di kisaran Rp11.100 per kilogram, meski masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp12.000 per kilogram.
BACA JUGA: Rangkum 4 Mata Pelajaran Sekaligus, Siswa SMPN 22 Semarang Olah 64 Kg Kedelai Jadi Tempe
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut Emmy, terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kebijakan impor untuk menjaga stabilitas pasokan kedelai nasional.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kemendag terkait kebijakan penugasan PT Berdikari untuk mengambil alih sebagian besar impor bungkil kedelai hingga 5 juta ton di 2026 ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar impor kedelai Indonesia masih berasal dari negara-negara Amerika Selatan, terutama Brazil, selain Amerika Serikat, Kanada, dan Uruguay.
“Mayoritas dari negara-negara Amerika Selatan, utamanya Brazil yang paling sedikit terdampak perang Selat Hormuz,” ungkapnya. (*)
Editor: Farah Nazila





