Olahraga

Kejurprov Dayung Babak Kualifikasi Porprov 2025: Atlet Jateng Hadapi Eceng Gondok di Rawapening

×

Kejurprov Dayung Babak Kualifikasi Porprov 2025: Atlet Jateng Hadapi Eceng Gondok di Rawapening

Sebarkan artikel ini
kejurprov dayung
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Dayung Babak Kualifikasi Porprov 2025 telah menyelesaikan final nomor kayak, canoeing dan juga rowing, pada Jumat, 19 September 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Dayung Babak Kualifikasi Porprov 2025 telah menyelesaikan final nomor kayak, canoeing dan juga rowing, pada Jumat 19 September 2025.

Para atlet dayung yang turun dalam kejurprov di kawasan Bukit Cinta Rawapening kali ini mengakui ketatnya persaingan untuk bisa menembus lima besar di setiap kategori.

Sebab dari setiap kategori hanya akan diambil lima besar dan berhak mengantongi tiket cabang olahraga (cabor) dayung pada Porprov Jawa Tengah XVII 2025 Semarang Raya.

Belum lagi tantangan venue lomba di danau Rawapening yang bisa mengganggu ambisi para atlet dayung untuk memburu tiket lolos pada Porprov Jawa Tengah 2026 nanti.

BACA JUGA: Pulang Kampung, Pelatnas Dayung Terpilih Menjadi Ketum PODSI Blora Secara Aklamasi

Salah satu atlet, Ahmad Zaki Alfandi mengatakan, punya target juara di nomor kayak dan canoeing serta lolos menuju Porprov Jawa Tengah XVII Semarang raya. Ia maju untuk membela Kabupaten Demak.

Untuk itu, dalam menghadapi kejurprov dayung 2025 di danau Rawapening ini, ia telah mempersiapkan diri selama satu bulan terakhir dengan memperbanyak porsi latihan.

“Sejak satu bulan yang lalu, kami para atlet dayung Kabupaten Demak sudah berlatih setiap pagi, siang dan sore hari. Selama satu bulan terakhir, di sungai Kalijajar,” jelasnya.

Ia mengakui untuk bisa mewujudkan target tersebut memang bukan hal yang mudah, tetapi butuh kerja keras. Karena persaingan para atlet daerah di Jawa Tengah sangat ketat.

BACA JUGA: Bangga! Baru Lulus SMA, Pedayung Asal Blora Raih Medali Perunggu di PON 2024

Seperti atlet Kabupaten Blora, Pati Jepara dan Kota Semarang yang cukup kuat di hampir semua nomor lomba. Hal itu tak lain karena bermaterikan para atlet potensial.

Yang menjadi catatannya, jalur atau lintasan lomba di Rawapening yang sedikit miring. “Termasuk gangguan eceng gondok yang bisa menghambat para atlet saat berlomba,” jelas Zaki. (*)

Editor: Farah Nazila