Jateng

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air

×

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air

Sebarkan artikel ini
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, menjelaskan bahwa puncak musim hujan di wilayah ini terjadi pada Februari 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, menjelaskan bahwa puncak musim hujan di wilayah ini terjadi pada Februari 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Musim kemarau di wilayah Kabupaten Semarang diprediksi berlangsung di bawah normal, dengan curah hujan yang lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang (BPBD) mulai mewaspadai potensi bencana kekeringan yang berisiko terjadi di sejumlah kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, menjelaskan bahwa puncak musim hujan di wilayah ini terjadi pada Februari 2026.

Sementara itu, musim kemarau perkiraannya baru akan mulai pada minggu kedua Mei 2026. Kondisi saat ini masih berada dalam fase pancaroba.

“Artinya, saat ini masih ada hujan walaupun sebelumnya cuaca cukup panas,” jelasnya, Selasa, 21 April 2026.

BACA JUGA: 2 Teks Khutbah Jumat: Menyikapi Musim Kemarau dan Meningkatkan Ketakwaan di Bulan Syawal 

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini perkiraannya berlangsung selama lima hingga tujuh bulan dengan intensitas yang cenderung lebih kering.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga kelestarian sumber mata air di lingkungan masing-masing.

Selain itu, pemerintah mengimbau untuk mulai mempersiapkan ketersediaan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.

Pemerintah Kabupaten Semarang melalui BPBD juga menyiapkan bantuan air bersih bagi wilayah yang terdampak, terutama desa-desa yang masuk kategori rawan kekeringan.

Untuk tahun 2026, BPBD menyiapkan sekitar 150 tangki air bersih sebagai langkah mitigasi.

“Semoga bantuan air bersih ini bisa mencukupi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan,” tambah Alex.

BACA JUGA: Matahari Terik Sekali Pekan Ini, BMKG: Semarang Bagian Utara Lebih Sumuk dari Selatan

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain desa-desa di Kecamatan Bancak, Suruh, Bringin, Susukan, Pringapus, serta Ungaran Timur.

Wilayah-wilayah tersebut ternilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kekurangan air bersih selama musim kemarau tahun ini. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp