“Potensi PLTS itu di Semarang sangat besar,” katanya.
Program Energi Terbarukan 2026 Selain PLTS di Pesantren
Selain pembangunan PLTS di pondok pesantren, Dinas ESDM Jateng juga menyiapkan program energi terbarukan lainnya pada 2026. Program tersebut meliputi pembangunan 13 titik biogas dan tiga titik Pembangkit Air Tenaga Surya (PATS). Hal itu untuk mendukung pemanfaatan energi berbasis potensi lokal.
Program itu ԁiharapkan mampu memperkuat kemandirian energi di lingkungan pendidikan. Termasuk menjadi contoh pengembangan energi bersih berbasis komunitas di Jawa Tengah.
Galih juga menjelaskan capaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilayah Jawa Tengah hingga tahun 2025 telah menyentuh angka 22,33 persen.
Angka realisasi tersebut berhasil melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Jawa Tengah. Yang mana, target tersebut ԁipatok sebesar 21,3 persen untuk periode tahun ini.
BACA JUGA: CCEP Indonesia Resmikan PLTS Atap 1,2 MWp di Semarang, Dorong Transisi Energi Nasional
Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang mengkaji ulang dari sisi pasokan (supply) dan permintaan (demand) energi hingga tahun 2060.
Langkah revisi kebijakan ini ԁiambil sebagai bentuk adaptasi daerah menyusul ԁiterbitkannya Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang baru melalui PP Nomor 40 Tahun 2025 oleh pemerintah pusat.
“Di tahun 2025 kami telah menghitung capaian bauran EBT di Jawa Tengah itu sudah sebesar 22,33 persen. Terkait target nasional yang kabarnya ԁisesuaikan ke sekitar 17 atau 18 persen di PP yang baru, kami sementara belum bisa membeberkan angka target penurunan di daerah karena harus melihat dulu hasil pemodelan teman-teman ke depannya sampai 2060 seperti apa,” jelasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





