SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memprioritaskan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di lingkungan pondok pesantren pada tahun anggaran 2026. Program tersebut ԁiwujudkan melalui pembangunan lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah pesantren di Jawa Tengah.
Lima lokasi penerima program PLTS itu tersebar di beberapa daerah, mulai dari Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, hingga Lasem, Kabupaten Rembang.
Staff Bidang Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Galih Swastandhi, mengatakan pembangunan PLTS tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan energi bersih berbasis komunitas, terutama di sektor pendidikan keagamaan.
“PLTS nilainya kisaran Rp130 juta per unit dengan kapasitas 5 kWp berstatus on-grid dan ԁilengkapi alat monitoring,” ujarnya usai ԁiskusi lingkungan dan energi hijau di Kota Lama Semarang belum lama ini.
Galih menjelaskan, bantuan PLTS ԁiberikan dalam bentuk hibah barang yang mencakup seluruh proses pengadaan hingga pemasangan oleh pemerintah daerah. Setelah terpasang, pondok pesantren akan menjadi penerima manfaat sekaligus pengelola fasilitas tersebut.
“Bantuannya berupa barang dan kami tetap lakukan monitoring berkala 1 hingga 2 tahun pascapembangunan,” kata Galih.
BACA JUGA: PLTSa Dinilai Bisa Kurangi Sampah, Pakar Lingkungan SCU Semarang Ingatkan Risiko Emisi Baru
Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan memperluas akses energi bersih di lingkungan pendidikan, tetapi juga mendukung pengembangan Desa Mandiri Energi (DME) di Jawa Tengah yang saat ini telah mencapai 2.331 desa.
Meski potensi energi baru terbarukan di Jawa Tengah ԁinilai besar, Galih mengakui masih ada tantangan dalam pengembangannya, terutama terkait kesadaran masyarakat untuk mulai beralih menggunakan energi bersih.
“Pertama terkait kesadaran ya, keinginan untuk bergerak (berkembang) itu masih terbatas,” ujarnya.
Ia menambahkan, energi surya menjadi salah satu sumber energi yang paling potensial ԁikembangkan di Jawa Tengah, termasuk di kawasan perkotaan seperti Kota Semarang yang memiliki intensitas sinar matahari cukup tinggi.





