SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 350 mahasiwa semester 7 jurusan PGSD Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) sukses menggelar Gebyar Ajang Kreasi Anak Indonesia (AKSI) di sepanjang Jalan Bojong Salaman, Banjir Kanal Barat, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang pada Sabtu, 2 Desember 2023.
Ketua Panitia, Olivia Auliani, mengatakan, Gebyar AKSI dilaksanakan dalam rangka sebagai tugas akhir mata kuliah workshop kewirausahaan. Seluruh mahasiswa jurusan PGSD UPGRIS semester 7 tersebut turut andil sebagai panitia dalam kegiatan ini.
Adapun Gebyar AKSI terdiri dari berbagai kegiatan seperti kompetisi lomba fashion show, lomba tari kreasi Jawa, hingga lomba mewarnai.
“Untuk lomba mewarnai terdapat 3 kategori yaitu untuk PAUD, kelas A dan kelas B. Sedangkan lomba fashion show dan lomba hanya terdiri dari kelas A dan B,” ujar Olivia kepada beritajateng.tv.
Olivia menambahkan, sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat Kota Semarang pada umumnya, terlebih siswa PAUD, TK, dan SD. Sedangkan tujuan kegiatan ini adalah untuk mewadai kemampuan anak-anak usia dini di bidang seni dan kreasi.
Pihaknya juga menyediakan 4 stan tentang dunia permainan, mulai dongeng cerita rakyat nusantara, dunia bawah laut, permainan tradisional, hingga daur ulang sampah. Selain itu, juga ada stan UMKM kerajinan dan makanan.
Gebyar AKSI UPGRIS ajak mahasiswa terjun langsung ke masyarakat
Sementara itu, Dosen Pembina, Singgih Adhi Prasetyo, menjelaskan, kegiatan ini merupakan luaran dari mata kuliah workshop kewirausahaan, yang mana kegiatan secara rinci melibatkan 3 orang praktisi mengajar.
Ketiga praktisi tersebut antara lain istri dari Camat Semarang Barat, praktisi event organizer, hingga praktisi tim branding.
“Ketiga praktisi ini berkolaborasi bersama di mata kuliah workshop kewirausahaan, sehingga yang menjadi poin di sini adalah bagaimana mahasiswa belajar membuat sebuah event, merancang sebuah kegiatan, mem-branding sebuah produk, hingga membuat produk itu sendiri,” kata Singgih.
Nantinya, lanjut Singgih, mahasiswa semester 7 UPGIS akan melaksanakan kegiatan KKN di bulan Februari. Menurutnya, kegiatan Gebyar AKSI dapat menjadi awal bagi mahasiswa untuk latihan terjun langsung ke masyarakat sebelum KKN.
“Harapannya dari proses perkuliahan dan kegiatan akhir ini bisa menjadi pembelajaran mereka secara langsung, tidak hanya teori saja di kelas tapi bagaimana mereka di lapangan menghadapi masyarakat, menghadapi problem, dan mengoordinasi banyak orang,” harapnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





