Politik

Kepala Sekretariat DPP PPP Pertanyakan Taj Yasin, Ngaku Aktif Tapi Tak Pernah ke Kantor

×

Kepala Sekretariat DPP PPP Pertanyakan Taj Yasin, Ngaku Aktif Tapi Tak Pernah ke Kantor

Sebarkan artikel ini
PPP Yasin
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, saat dijumpai di Horison Ultima Sentraland Simpang Lima, Kota Semarang, Kamis, 21 Mei 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

JAKARTA, beritajateng.tv – Kepala Sekretariat Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2022–2027, Ahmad Kholisun, mempertanyakan klaim profesionalitas Sekretaris Jenderal PPP, Taj Yasin Maimoen, dalam menjalankan tugas kepartaian.

Pria yang akrab disapa Mas Kholis itu menyebut Taj Yasin dinilai jarang hadir di Kantor DPP PPP sejak menjabat sebagai Sekjen partai.

Padahal, kata dia, beberapa waktu lalu Taj Yasin mengaku berada di Jakarta untuk menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang lokasinya tidak jauh dari kantor DPP PPP.

“Saya sampai sekarang tidak habis pikir. Beliau mengaku datang ke Jakarta untuk acara partai. Tetapi selama ini bahkan tidak pernah datang ke kantor sejak menjabat sebagai Sekjen,” ujar Kholis kepada wartawan, Selasa, 26 Mei 2026.

Kholis juga menyoroti ketidakhadiran Taj Yasin dalam sejumlah agenda resmi partai. Mulai dari Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), Bimbingan Teknis (Bimtek), hingga rapat koordinasi penanganan bencana di wilayah Aceh dan Sumatera.

“Sebagaimana kita ketahui, beliau justru tidak hadir dalam forum-forum resmi konstitusi partai. Bahkan, ada upaya untuk membatalkan pelaksanaan Mukernas dan Bimtek dengan berbagai cara,” katanya.

BACA JUGA: Digugat Kader PPP ke PN Jakpus, Gus Yasin: Demokrasi, Itu Kewenangan Mereka

Selain itu, Kholis menilai terdapat ketidakkonsistenan dalam pernyataan Taj Yasin terkait status jabatannya di internal partai.

Ia menyinggung pernyataan Taj Yasin dalam sebuah video yang menyebut posisi Sekjen PPP masih bermasalah secara keabsahan di AD/ART.

Namun di sisi lain, lanjut Kholis, Taj Yasin tetap mengklaim diri sebagai Sekjen PPP dalam sejumlah surat maupun pernyataan di persidangan.

“Dalam pernyataannya sendiri menyebutkan statusnya masih cacat secara AD/ART. Tetapi di sisi lain tetap mengatasnamakan Sekjen dalam berbagai surat dan kesaksiaannya dalam persidangan. Ini sangat tidak konsisten maksudnya apa, kami tentu mempertanyakan sikap tersebut,” ujar Kholis.