SEMARANG, beritajateng.tv – Warga Perumahan Griya Ungaran Residence V, Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, geger oleh kemunculan seekor kera liar di lingkungan permukiman mereka.
Warga khawatir kemunculan kera liar tersebut menjadi pertanda keberadaan kawanan atau koloninya. Oleh sebab itu, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar) untuk mengevakuasi primata tersebut.
Namun, setelah petugas damkar bersama BPBD Kabupaten Semarang melakukan penyisiran di sekitar perumahan, kera liar itu tidak ada lagi dan dugaannya telah meninggalkan lokasi.
BACA JUGA: Hama Kera Liar Mengganas, Petani di Dua Desa Bandungan Merugi Ratusan Juta
Salah satu warga, Herda (68), menuturkan bahwa ia pertama kali melihat kera ekor panjang berada di atas genting rumah tetangganya pada Senin, 19 Januari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB.
Keberadaan kera ekor panjang yang tampak seperti sedang mencari makanan tersebut sempat direkam oleh putrinya menggunakan telepon seluler.
“Saya takut dan tidak berani mengusir karena kera itu cukup besar dan galak. Sepertinya kalau bukan induk, kemungkinan pejantan,” ungkap Herda saat beritajateng.tv konfirmasi di Perumahan Griya Ungaran Residence V.
Kera Ekor Panjang Baru Pertama Muncul di Perum Griya Ungaran Residence V
Herda menambahkan, selama ini warga di lingkungannya belum pernah melihat satwa liar seperti kera ekor panjang. Kemunculan kali ini menjadi pengalaman pertama bagi warga setempat.
Selain berada di atas genting, satwa liar tersebut juga sempat turun dan mendekati halaman rumahnya. “Kami khawatir jika ternyata ada koloni kera yang masuk ke kawasan perumahan,” tegas Herda.
Sementara itu, Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Semarang, Prapto Nugroho, menyampaikan bahwa sejumlah petugas BPBD, Satpol PP, dan Damkar Kabupaten Semarang telah melakukan penyisiran setelah menerima laporan warga.
BACA JUGA: Hama Kera Liar di Lereng Merbabu Kian Resahkan Warga, Sayuran Siap Panen Ludes
“Namun, kera ekor panjang tersebut tidak kami temukan dan tidak terlihat selama proses pencarian. Kami menduga primata tersebut hanya melintas dan kebetulan masuk ke lingkungan perumahan warga,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil penyisiran juga tidak menemukan tanda-tanda keberadaan koloni kera di sekitar lingkungan perumahan yang berbatasan langsung dengan area bervegetasi rapat.
“Sementara hasil penyisiran nihil. Kera ekor panjang tersebut tidak ditemukan, begitu pula indikasi adanya koloni kera di sekitar perumahan ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





