Wawan menilai, manfaat terbesar dari kerja sama tersebut adalah percepatan transfer teknologi, terutama pada sektor pengolahan air limbah yang masih memerlukan banyak pengembangan di Indonesia.
“Yang paling penting adalah transfer teknologinya. Terus terang, kita masih perlu banyak belajar, khususnya dalam pengolahan air limbah agar lebih modern dan efisien,” ungkapnya.
Ke depan, teknologi tersebut diharapkan mampu mengubah air limbah menjadi sumber air baku yang aman untuk di olah kembali. Bahkan, bukan tidak mungkin hasil pengolahannya dapat memenuhi standar sebagai bahan baku air minum.
“Harapan kami, teknologi ini nantinya mampu mengolah air limbah menjadi air baku, bahkan berpotensi menjadi air yang layak diproses sebagai air minum. Itu menjadi salah satu target pengembangan kami ke depan,” pungkasnya. (*)





