Catatan Editor

Kerjaan Tambahan Redaksi Garap Podcast, Semua Bisa Jadi Host

×

Kerjaan Tambahan Redaksi Garap Podcast, Semua Bisa Jadi Host

Sebarkan artikel ini
Ricky Fitriyanto
Ricky Fitriyanto. (Foto: Dok. Pribadi)

KERJAAN anak-anak redaksi Beritajateng.tv bakal nambah. Jadi podcaster! Saat ini, kami lagi semangat-semangatnya menggarap konten podcast. Meskipun bisa dibilang terlambat, kok baru sekarang?

Sebenarnya Beritajateng.tv sudah mulai bikin podcast sejak lama. Tapi sejauh ini belum bisa rutin. Alasannya, energi kami habis untuk produksi video-video reguler, terutama video news. Alasan berikutnya, belum terlalu pede ngajak orang podcast karena jumlah subscriber Youtube masih sedikit. Gimana kalau nanti yang nonton sedikit? Nggak enak lah, malu sama narasumber.

Konten yang digarap selama ini lebih banyak video pendek. Versi audio visual dari liputan wartawan di lapangan. Meski beberapa kali kami juga menggarap podcast, konten kuliner, dan liputan lifestyle dengan durasi yang agak panjang.

Kini setelah jumlah follower Tiktok kami mencapai 168K, sudah waktunya untuk menggarap Youtube dengan lebih serius. Selain video-video pendek reguler, kami juga ingin produksi konten yang lebih khas. Salah satu caranya dengan produksi podcast secara rutin.

Awal tahun 2000 an lalu, siapa mengira ada orang yang mau menonton konten ngobrol dua orang atau lebih di media sosial. Ngobrolnya kadang ngalor ngidul. Durasinya pun bisa berjam-jam. Menghabiskan waktu dan kuota internet.

Kini, podcast atau juga mendapat sebutan siniar semakin diminati berbagai kalangan. Penyebabnya, masyarakat Indonesia cenderung menyukai konten audio visual yang mudah ‘dicerna’ daripada tulisan yang panjang lebar. Mereka pun rela menyimak berjam-jam. Syaratnya, tema atau narasumbernya harus menarik.

Menilik data GlobalWebIndex (GWI), persentase pendengar siniar di Indonesia menjadi terbesar kedua di dunia per kuartal III 2021.

Bahkan, Spotify sebagai salah satu platform penyedia konten siniar menyebutkan, sejak rilis pada 2019, konsumsi podcast di Indonesia mengalami peningkatan hingga lima kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Per 1 November 2022, Indonesia berhasil menempati 10 besar negara dengan pendengar siniar terbanyak di dunia.

Podcast bareng Kepareng Wareng tembus 78K

Perkembangan siniar juga meningkat signifikan dan agaknya masih akan jadi media yang relevan ke depan. Mengutip laman theguardian.com, Youtube menjadi platform utama yang banyak publik minati untuk mendengarkan podcast.

Menggarap siniar juga butuh effort lebih. Kami belum punya studio sendiri. Alhasil, podcast kami portable. Tempat syuting berpindah-pindah, menyesuaikan kesepakatan lokasi dengan narasumber. Tim redaksi pun harus rela menggotong peralatan kesana-kemari. Dari kamera, tripod, hingga lighting.

Anak-anak redaksi pun sering menjadi host dadakan. Beberapa bahkan baru pertama kali memandu podcast. Lama-lama mereka menjadi terbiasa tampil di depan kamera. Sejak awal Saya memang tak menuntut mereka tampil sempurna sebagai host. Namun beberapa ternyata melampaui ekspektasi. Kadang hanya sekali retake atau sesekali keseleo lidah, selebihnya lancar sampai akhir syuting.

Segala kerepotan tersebut seolah terbayar saat podcast yang kami produksi tembus puluhan ribu viewer. Podcast yang menghadirkan pentolan Panser Biru, Kepareng Wareng hingga tulisan naik sudah ditonton 78 ribu kali. Obrolannya membahas konflik antara suporter dengan manajemen PSIS Semarang yang sedang panas.

Pasca siniar dengan Pak Yenk naik, kami juga sudah mengajak CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi untuk masuk podcast agar berimbang. Namun yang bersangkutan belum bersedia. Pun orang dekat Yoyok juga tak berkenan tampil di podcast.

Memasuki tahun 2025, kami sudah mengajak beberapa tokoh untuk tampil di siniar. Mulai dari konten kreator sampai pengamat politik. Doakan kami konsisten sehingga bisa menyajikan informasi ke masyarakat dengan kemasan yang lebih ringan dan mudah netizen cerna. Selamat Tahun Baru 2025. (*)

Ricky Fitriyanto
Pemimpin Redaksi Beritajateng.tv

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp