“Kerusakan pada bagian dinding ruang kelas tersebut sudah lumayan parah. Sedangkan atap rusak ringan dan kusen bagian belakang juga sudah perlu pergantian,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Drs Pujo Pramujito mengatakan, komisinya mendukung upaya perbaikan fasilitas pendidikan ini melalui politik anggaran.
Sesuai tugas dan kewenangan, Komisi D hadir untuk bisa membangun sarana dan prasarana yang ada. Hal ini agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Bersama dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, lanjutnya, wakil rakyat juga sudah memprogramkan perbaikan fasilitas pendidikan yang rusak.
Untuk perbaikan talud yang ambrol di SDN Wirogomo 03 sudah di anggarkan melalui APBD Kabupaten Semarang tahun 2026. Demikian pula rehab dua bangunan yang rusak di SMPN 03 Banyubiru.
“Kami juga minta agar anggarannya ditambah untuk membengun pagar pengaman. Karena di SMPN 03 Banyubiru ini masih kurang layak anak dan masih membahayakan,” jelasnya.
BACA JUGA: Tak Ada Teriakan Minta Tolong, Begini Kesaksian Keluarga Korban Kebakaran Rumah Pesanggrahan Semarang Timur
Tak terkecuali, lanjut Pramujito, dengan akses salan menuju lingkungan Desa Wirogomo yang aspalnya juga sudah hilang, maka akan diusulkan bisa dilakukan perbaikan di tahun 2026. (*)
Editor: Farah Nazila





