SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah fasilitas pendidikan di lingkungan Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang mengalami kerusakan serta dalam kondisi yang memprihatinkan.
Tercatat sejumlah ruang kelas dari dua bangunan sekolah yang berada di desa ini. Masing-masing SDN Wirogomo 02 dan SMPN 3 Banyubiru mengalami kerusakan.
Kondisi kedua fasilitas pendidikan milik pemerintah daerah ini juga semakin memprihatinkan. Sebab berada di zona merah rawan bencana longsor di wilayah Kecamatan Banyubiru.
Hal ini terungkap saat rombongan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang melakukan monitoring di sejumlah fasilitas pendidikan yang ada di Desa Wirogomo, Jumat, 25 Juli 2025.
Di SDN Wirogomo 02, para wakil rakyat melihat sendiri bagian dinding beberapa ruang kelas mulai retak dan ada ruang kelas yang beberapa bagian dindingnya yang sudah terkelupas.
Masih di lingkungan SDN Wirogomo 02 ini, juga terdapat beberapa bagian talud yang ambrol. Sehingga kian mengancam bangunan lain yang disangganya.
Sementara di SMPN 03 Banyubiru, rombongan Komisi D juga melihat sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan. Mulai bagian dinding, atap serta bagian lantai ruang kelas.
BACA JUGA: 10 Persen Bangunan SD dan SMP Negeri di Kabupaten Semarang Rusak, Perbaikan Bertahap
Bahkan beberapa bagian dinding dan lantai ruang kelas tersebut tidak hanya retak namun juga mengalami pergeseran hingga retakan tembok terjadi telah membentuk celah.
Kompleks bangunan sekolah yang berdiri di atas lahan berlanskap lereng ini juga belum ramah anak. Hal ini karena tidak terlengkapi dengan pagar untuk pengaman yang memadai.
Kepala SDN Worogomo 02, Dedi Adian Utomo mengungkapkan, kerusakan talud di lingkungan SDN Wirogomo 02 akibat longsor yang terjadi pada tahun 2024.
Selain itu di sekolahnya juga ada bangunan ruang kelas yang rusak sejak tahun 2021 yang lalu dan perlu ada rehab. Khususnya ruang kelas V dan kelas VI yang sudah rusak sejak tahun 2021 yang lalu.





