Ia pun mengarahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jateng untuk melakukan evaluasi jalan rusak bersama Dinas PU di tingkat kabupaten/kota, sekaligus memetakan mana jalan provinsi maupun kabupaten/kota yang mengalami kerusakan.
“Saat lebaran nanti pada arus mudik dan balik, Jawa Tengah menjadi sentra gravity nasional. Mulai saat ini di bawah kendali Dinas PUPR segera melakukan evaluasi dengan PU Kabupaten Kota. Mana jalan provinsi, mana jalan nasional, mana jalan kabupaten,” kata Luthfi.
Gubernur tak ingin ada komplain dari masyarakat
Gubernur juga meminta agar tak ada jalan berlubang lagi sejak satu bulan sebelum Lebaran. Ia memerintahkan seluruh jalan berlubang, baik jalan provinsi atau kabupaten/kota, sudah rampung perbaikannya saat bulan puasa masih berlangsung.
“Prinsip selama hampir satu bulan ini menjelang lebaran, tidak ada lagi, kami pastikan tidak ada lagi jalannya berlubang,” tegasnya.
Pihaknya pun tak ingin lagi ada komplain dari masyarakat perihal kerusakan maupun jalan berlubang di Jawa Tengah.
“Seluruh jalur yang akan pemudik lalui harus dipastikan clear untuk tidak ada komplain bagi masyarakat lokal maupun masyarakat yang keluar dan masuk wilayah Jawa Tengah,” imbuhnya.
Untuk menindaklanjuti arahan itu, Luhtfi meminta Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, sekaligus kepala daerah setempat untuk segera bertindak. Tak hanya untuk persiapan lebaran, Luthfi menginstruksikan agar seluruh jalan di provinsinya tak ada yang berlubang jelang retret bupati/wali kota. Ia mengungkap curah hujan ekstrem menjadi penyebab banyaknya jalan berlubang di kabupaten/kota. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





