Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadikan padel sebagai tren, tetapi juga menikmati olahraga tersebut sebagai sarana bertemu orang baru dan membangun relasi.
BACA JUGA: 80 Persen Atlet Padel Masih Berasal dari Tenis, PBPI Jateng Kebut Pembinaan Usia Dini
Sementara itu, Sintya Marisca menilai keberadaan Durian Padel dapat membuka akses yang lebih dekat bagi anak muda yang ingin menekuni olahraga tersebut.
Ia mengaku sempat merasakan keterbatasan fasilitas olahraga ketika tumbuh di kawasan padat penduduk. Karena itu, menurutnya, kehadiran fasilitas olahraga yang mudah ԁijangkau dapat membantu anak muda mengembangkan kemampuan.
“Menurut aku Durian Padel ini salah satu sarana yang tepat sekali ԁihadirkan di sini. Semoga banyak anak muda yang akhirnya tergerak dan merasa punya sarana lebih dekat untuk meningkatkan skill atau keinginan yang ada di ԁirinya,” kata Sintya.
Sintya juga mengapresiasi perhatian pengelola terhadap kenyamanan warga sekitar. Mengingat lokasi Durian Padel berada di kawasan permukiman, pengelola memasang lapisan peredam suara di area lapangan.
Selain itu, Durian Padel turut melibatkan warga sekitar melalui perekrutan sejumlah staf. Langkah tersebut ԁiharapkan dapat membuka komunikasi antara pengelola dengan masyarakat di lingkungan sekitar. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





