Menurut perhitungan yang ia sampaikan, dari total sekitar 12.000 tanaman kangkung yang petani budidayakan, setiap panen dapat menghasilkan sekitar 600 ikat. Dengan asumsi satu ikat berisi 20 batang dan harga jual Rp1.000 per ikat, maka potensi omset yang petani peroleh mencapai Rp600 ribu per hari.
Sementara itu, kebutuhan biaya operasional harian yang meliputi benih, pupuk, air, dan transportasi menurut perkiraan sebesar Rp180 ribu per hari. Dengan demikian, estimasi laba bersih yang dapat petani peroleh mencapai sekitar Rp420 ribu per hari.
“Ini bisa njenengan garap sendiri, tanpa perlu buruh tani. Cukup dua jam setiap hari dan konsisten. Potensi laba bersihnya bisa mencapai sekitar Rp420 ribu per hari atau sekitar Rp12,6 juta per bulan. Ini tentu bisa menjadi tambahan penghasilan yang cukup baik bagi keluarga,” terang Sumanto.
Menurutnya, contoh tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Terutama jika masyarakat mampu membaca kebutuhan pasar dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





