“Setelah berizin, mereka bisa masuk Dapodik, murid mendapatkan NISN, guru mendapatkan kesejahteraan lebih baik, serta bisa mengakses BOSP dan akreditasi,” katanya.
BACA JUGA: Angka Partisipasi Capai 97 Persen, Walikota Semarang Puji Peran Bunda PAUD
Di Semarang Barat terdapat 119 PAUD, dan sebagian besar kini telah mengantongi izin. Sebanyak 27 di antaranya merupakan PAUD swadaya yang sedang terus di bina agar memiliki legalitas resmi.
Langkah ini berlanjut dengan hadirnya program PAUD Emas, sebuah konsep PAUD berbasis swadaya masyarakat yang menjadi pilot project dari Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah.
Di salah satu PAUD Emas, terdapat sumber air artetis yang hasil penjualannya sepenuhnya digunakan untuk operasional sekolah. Guru-gurunya adalah warga setempat dan layanan yang mereka berikan gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Namun tantangan kota seperti Semarang tidaklah ringan. Heterogenitas masyarakat dan kesenjangan fasilitas pendidikan membuat pemerataan kualitas PAUD membutuhkan upaya ekstra.
Femega ingin memastikan guru-guru PAUD swadaya tidak merasa kalah dengan PAUD swasta yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
“Kami memberikan pelatihan pembelajaran mendalam, kelas orang tua, hingga kegiatan kebersamaan seperti piknik dan jalan sehat. Tujuannya agar guru-guru PAUD merasa setara,” ungkapnya.
Jumlah anak usia sekolah di wilayah ini mencapai sekitar 2.300. Dengan 119 PAUD yang tersedia, satu kelurahan bahkan bisa memiliki tiga hingga empat lembaga. Biaya pos PAUD yang hanya dua hingga tiga ribu rupiah per kedatangan membuat pendidikan anak usia dini dapat diakses semua keluarga.
Dukungan dari Pemerintah
Dukungan penuh juga datang dari jajaran pemerintah di kecamatan. Camat Semarang Barat, Elly Asmara, yang juga suami Femega, menegaskan bahwa kecamatan memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pendidikan PAUD berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 7 Tahun 2018.
“Ini sangat terkait dengan tugas kami. Kami bangga Bunda PAUD Semarang Barat diapresiasi. Artinya, ada praktik baik yang divalidasi oleh kementerian,” ujarnya.





