“Rasanya luar biasa. Dari kota ke kota bersama Sobat Ambyar, setiap hari bisa tiga sampai empat kali manggung. Itu momen paling berkesan dalam hidup saya,” ujarnya.
Kepergian Didi Kempot pada 5 Mei 2020 menjadi pukulan besar. Sandy sempat terpuruk, namun bangkit dengan memanfaatkan kemampuan vokalnya. Ia membuat konten musik di YouTube, menyanyikan ulang lagu-lagu mendiang maestro, hingga berhasil memonetisasi akunnya.
BACA JUGA: Saat Gen Z Jadi Sinden di Usia Muda, Ingin Gabungkan Bahasa Jawa dengan Inggris, Begini Kisahnya
Pada 2024, namanya kembali viral ketika tampil bersama Gilga Sahid. Sandy menghidupkan kembali semangat panggung layaknya saat bersama Didi Kempot.
“Dulu saya sempat gagal dan tidak diterima di suatu tempat, tapi itu bukan akhir. Kalau orang lain pilih kanan, saya pilih ke kiri. Ternyata di situ ada jalan rezeki yang Tuhan kasih,” pesannya.
Kini, Sandy Ria Ervinna terus melanjutkan karya. Ia tetap tampil dari panggung ke panggung meneruskan musik sebagai solois biola maupun bersama tim Gilga Sahid. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi