Gaya Hidup

Kisah Patung Dewi Kwan Im di Klenteng Tay Kak Sie: Tempat Umat Minta Petunjuk hingga Tentukan Momen Penting

×

Kisah Patung Dewi Kwan Im di Klenteng Tay Kak Sie: Tempat Umat Minta Petunjuk hingga Tentukan Momen Penting

Sebarkan artikel ini
Umat Klenteng Tay Kak Sie
Umat Klenteng Tay Kak Sie saat membersihkan patung jelang tahun baru Imlek, Jumat, 24 Januari 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Klenteng Tay Kak Sie menyimpan banyak cerita sejarah di dalamnya. Terletak di Gang Lombok Nomor 62, Kauman, Klenteng Tay Kak Sie menjadi salah satu klenteng tertua di Kota Semarang.

Dari banyaknya patung di Klenteng Tay Kak Sie, terdapat salah satu patung yang menarik perhatian dan berada di altar utama, yakni patung Dewi Kwan Im.

Patung besar Dewi Kwan Im merupakan patung yang menjadi tempat para umat untuk mengadu dan mohon petunjuk.

Wakil Ketua Yayasan Klenteng Tay Kak Sie, Yoe Yoe Hok menjelaskan, Ketika para umat ingin meminta petunjuk, mereka biasanya berdoa di depan patung Dewi Kwan Im.

Setelah berdoa, mereka lalu melempar kayu Pa Pwee yang berbentuk seperti bulan sabit dan warnanya terbagi menjadi dua yakni merah dan kuning.

“Kalau jatuhnya warna merah dan kuning berarti di setujui. Tapi kalau semua merah atau semua kuning, Dewi Kwan Im nggak setuju,” ungkap Hok saat beritajateng.tv di tengah tradisi bersih-bersih rumpang, Jumat,24 Januari 2025.

BACA JUGA: Bersih-Bersih Patung Dewa-Dewi di Klenteng, Simbol Penyucian Diri Jelang Tahun Baru Imlek

Tidak hanya petunjuk, Hok menyebut jika umat klenteng tersebut juga memakai kayu Pa Pwee itu untuk patokan kemauan Dewi Kwan Im di berbagai kesempatan. Misalnya saat Perayaan Kedatangan Sam Poo Kong beberapa waktu lalu, patung-patung di bawa keluar jika Dewi Kwan Im setuju.

Sebagaimana yang ia jelaskan, Hok juga sering meminta petunjuk Dewi Kwan Im sebelum melaksanakan sesuatu.

“Saya sering mohon petunjuk. Kalau bagi saya, saya percaya petunjuk itu,” sambungnya.

Uniknya, lanjut Hok, Dewi Kwan Im selalu menunjukkan penolakan ketika diberi pertanyaan apakah mau keluar klenteng atau tidak. Alhasil, hingga saat ini, Dewi Kwan Im tidak pernah keluar dari area altar.

“Tidak pernah mau keluar kelenteng. Kayunya selalu nggak bisa berwarna kuning-merah,” ungkapnya.

BACA JUGA: Revitalisasi Kawasan Pecinan, Pemkot Semarang Fokuskan Benahi Tay Kak Sie dan Gapura

Selain penuh kepercayaan spiritual, hampir semua patung-patung di Klenteng Tay Kak Sie usianya sudah mencapai ratusan tahun. Pasalnya, mayoritas patung sudah ada sejak klenteng ini didirikan pada tahun 1746

“Dulu Tay Kak Sie tempat singgah para bhiksu. Namun dikarenakan para bhiksu itu kembali ke negaranya dan sudah meninggal, akhirnya digantikan kami,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp