UNGARAN, beritajateng.tv – Menyambut momentum libur panjang, yakni pekan terakhir Januari 2025 hingga awal Februari 2025, PT Kereta Api Wisata (KAI Wisata) menargetkan peningkatan jumlah pengunjung Museum Kereta Api Ambarawa hingga 100 persen.
Perihal ini disampaikan Direktur KAI Wisata, Wawan Ariyanto usai acara pembukaan Ambarawa Expo 2025. Adapun acara tersebut berlokasi di Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat 24 Januari 2025.
Ia mengungkapkan, dalam menyambut libur panjang momentum hari besar keagamaan, Isra Mi’raj 1446 Hijriyah dan Tahun Baru Imlek 2576, KAI Wisata berharap kunjungan ke Museum Kereta Api Ambarawa bisa meningkat.
BACA JUGA: Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli, Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Sidak Pasar Projo Ambarawa, Temukan Sejumlah Hal Ini
Menurutnya, data existing kunjungan wisatawan ke museum kereta api ini mencapai 2.000 orang per hari. Adapun capaian itu pada saat high season (akhir pekan maupun hari libur).
“Pada libur panjang momentum Isra Mi’raj dan tahun baru Imlek kali ini, harapan kami pengunjung bisa meningkat di angka 3.000 hingga 4.000 pengunjung per hari,” jelasnya kepada awak media.
Corporate Branding and Communication KAI Wisata, Riesta Junianti menambahkan, Museum Kereta Api Ambarawa siap menyambut pengunjung saat libur panjang Isra Mi’raj dan Imlek tahun ini.
BACA JUGA: Jelajah Rumah Peninggalan Oei Tiong Ham Raja Gula Asia Yang Kini Jadi Museum di Kantor OJK Jateng
Wahana dan layanan yang akan di buka untuk para pengunjung selama libur panjang ini. Antara lain adalah paket naik kereta wisata lokomotif uap atau lokomotif diesel dari (relasi) Stasiun Ambarawa (Museum Kereta Api Ambarawa) hingga Stasiun Tuntang (pergi atau pulang).
“Pengunjung yang membawa anak- anak, juga bisa menikmati fasilitas playground kids. Lalu kereta pustaka, kereta anak (choco train), foto kostum, aneka kuliner, serta tempat oleh oleh dan merchandise,” jelasnya.
“Museum Kereta Api Ambarawa siap menyambut publik yang akan menikmati liburan liburan seru bersama orang terkasih,” tambahnya. (*)
Editor: Farah Nazil





