Jateng

Kisah Pria Sayung Demak Ikut Job Fair: Dipecat Tanpa Pesangon, Tak Ada Panggilan Gegara Umur

×

Kisah Pria Sayung Demak Ikut Job Fair: Dipecat Tanpa Pesangon, Tak Ada Panggilan Gegara Umur

Sebarkan artikel ini
Job Fair Jateng
Peserta Job Fair, Tri Wahyu Hidayat (36), saat dijumpai di Kantor Disnakertrans Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 21 Agustus 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Setelah lulus pendidikan S-1, Maya mengaku sempat bekerja di salah satu perusahaan nasional terkemuka yang memiliki kantor cabang di Semarang.

Hanya saja, pekerjaan itu mengharuskanya pulang dini hari. Hal itulah yang membuatnya mencari pekerjaan baru sembari melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Shift kerjanya itu berangkat tengah malam dan pulangnya subuh, itu memberatkan saya sebagai wanita pastinya. Ya sudah sambil cari lagi pekerjaan baru, sambil daftar S-2, ternyata S-2 keterima dan keluarga lebih setuju kalau misalkan saya lanjut S-2,” ujar Maya.

BACA JUGA: Undip Citra Job Fair Penuh Pencari Kerja, Bantu Gen Z Cari Pekerjaan Serta Latih Interview hingga Psikotes

Namun, kekhawatiran masih Maya rasakan. Ia takut pendidikan S-2 yang tengah ia jalani malah mengantarkannya sebagai lulusan overqualified bagi lapangan pekerjaan di Indonesia.

“Saya sadar kalau belum ada pengalaman terus lanjut S-2 pasti bakal lebih susah lagi cari kerjanya, karena kan overqualified juga sedangkan skill-nya itu masih belum ada gitu,” akunya.

Adapun pekerjaan yang ia sasar nanti jika sudah lulus kuliah adalah menjadi PNS atau bekerja di BUMN.

“Tapi ya paling kalau misalnya lulus carinya PNS atau BUMN, karena memang sudah kalah dari segi pengalaman kalau carinya di pabrik atau perusahaan,” pungkas Maya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadaf

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp