Jateng

Kisah Pria Sayung Demak Ikut Job Fair: Dipecat Tanpa Pesangon, Tak Ada Panggilan Gegara Umur

×

Kisah Pria Sayung Demak Ikut Job Fair: Dipecat Tanpa Pesangon, Tak Ada Panggilan Gegara Umur

Sebarkan artikel ini
Job Fair Jateng
Peserta Job Fair, Tri Wahyu Hidayat (36), saat dijumpai di Kantor Disnakertrans Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 21 Agustus 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Padahal, orang yang sudah memasuki kepala tiga berhak untuk mendapatkan pekerjaan, tanpa adanya diskriminasi usia.

“Padahal usia 35 ke atas butuh kerja juga. Kalau mencari yang berpengalaman menurut saya kan pengalaman itu butuh proses, yang sudah berpengalaman itu dia pernah kok belum berpengalaman. Kalau tidak tertera batasan usia itu sudah pasti saya masuk, tapi kan ya seperti ini hasilnya,” pungkasnya.

Alumni Teknik Industri keluhkan sulitnya cari pekerjaan, perdalam skill bahasa Mandarin agar perusahaan melirik

Selain terkena PHK, peserta Job Fair juga datang dari mereka yang baru lulus kuliah atau fresh graduate. Alumni Teknik Industri Udinus, Annisa (24), mengungkap telah lulus sejak 2023 namun tak kunjung mendapat pekerjaan.

Selama berkuliah, Annisa mengaku aktif mengikuti kegiatan magang. Selama mencari pekerjaan, Annisa juga aktif mempelajari skill baru, utamanya bahasa.

“Saya lulus 2023, jadi sudah dua tahun ya. Selain cari kerja, saya perbanyak skill; bahasa Inggris, terus sekarang kan banyak PMA, jadi ambil Mandarin juga,” ungkap Annisa.

Annisa pun menyadari relasi sangatlah penting dalam mencari pekerjaan. Sebab, tak semua lowongan pekerjaan sifatnya terbuka.

BACA JUGA: Dinas Tenaga Kerja Jateng Gelar Job Fair 21-22 Agustus 2025, 6 Ribu Loker Menanti, Ini Daftar Perusahaannya!

“Memang cukup sulit ya sekarang cari kerja; saya gak cuma magang atau organisasi sekali saja. Memang sulit, tapi ya rezeki-rezekian juga. Harus memperbanyak relasi juga karena ada loker yang tidak ter-publish,” akunya.

Ia membenarkan lowongan kerja memang banyak tersebar, hanya saja syaratnya begitu menyulitkan. Tak hanya itu, Annisa pun turut menyadari banyaknya saingan dalam memperebutkan pekerjaan di Jawa Tengah.

“Lowongan kerja mungkin banyak, tapi yang daftar juga lebih banyak lagi. Banyak sekali persaingannya, banyak pencari kerjanya,” pungkas Annisa.

Tak kunjung dapat pekerjaan, S-2 jadi solusi

Rekan Annisa yang juga lulusan Teknik Industri Udinus, Maya (24), memilih jalan yang lain. Saat ini, Maya tengah menempuh pendidikan S-2 Teknik Industri di Undip.