Gaya Hidup

Kisah Toko Obat China Legendaris Hway An Tong: Berhenti di Generasi ke-4, Disulap jadi Kafe Kekinian

×

Kisah Toko Obat China Legendaris Hway An Tong: Berhenti di Generasi ke-4, Disulap jadi Kafe Kekinian

Sebarkan artikel ini
Hway An Tong
Bangunan bekas toko obat Hway An Tong kini menjadi Yisan Coffee Shop. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Jejeran pertokoan merupakan hal biasa yang akan dijumpai ketika menelusuri Kawasan Pecinan, Kota Semarang. Satu hal yang menarik, Kawasan Pecinan masih menyimpan jejak peninggalan toko obat herbal China yang pernah tersohor di masanya. Namanya yakni Toko Obat China Hway An Tong.

Dulunya, Toko Obat China Hway An Tong terletak di Jalan Gang Warung Nomor 1. Kini, gedung tua bekas toko obat itu bertransformasi menjadi kedai kopi kekinian bernama Yisan Coffee Shop.

Adalah Adjie Wijaya, generasi ke-4 yang memutuskan untuk menyulap gedung bekas toko obat China itu menjadi kedai kopi kekinian. Alasannya, Adjie tak begitu tertarik dengan dunia herbal, lantas ia memutuskan untuk merintis sebuah kafe.

“Dulunya kakek buyut saya, Lo Ban Wu, adalah tabib atau peracik obat China yang cukup terkenal di Semarang. Sampai kafe ini jadi ada pelanggan lama yang ngira ini masih toko obat kakek,” kisah Adjie.

BACA JUGA: Berkunjung ke Yisan Coffee Shop, Kafe Kekinian yang Dulunya Toko Obat China di Kota Semarang

Adjie yang punya nama Tionghoa Lo Tek Hung itu memang tumbuh di keluarga yang punya tradisi peracik obat China. Kakek buyutnya atau Lo Ban Wu merupakan orang asli China yang merantau ke Indonesia, tepatnya ke Makassar.

Seiring berjalannya waktu, Lo Ban Wu pindah ke Semarang dan membuka toko obat China bernama Hway An Tong. Bisnis itu terus berjalan turun-temurun hingga generasi ketiga.

Adjie, yang merupakan generasi keempat, tampaknya keluar garis alias tak lagi bisa menjaga tradisi itu. Ia dan ayahnya kompak tak berniat melanjutkan toko obat itu.

“Papa saya akhirnya jadi pengusaha toko klontong, bukan jual obat. Saya juga bukan peracik obat. Yang nerusin sekarang paman. Ibaratnya kami bebas mau melakoni hidup sebagai apa karena udah diteruskan paman,” papar Adjie.

Generasi keempat tak teruskan bisnis toko obat Hway An Tong, pilih jadi peracik kopi