SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan komentar terkait pasangan calon Pilgub Jateng 2024, Andika-Hendi yang kalah dalam versi quick count atau hitung cepat.
Menurut beberapa lembaga survei, Andika-Hendi terungguli oleh paslon Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang suaranya mencapai lebih dari 50 persen.
Mengetahui kekalahan Andika-Hendi, Megawati menduga adanya pengaruh oleh penggunaan sumber daya dan alat negara yang tak sesuai dengan prinsip demokrasi.
Megawati secara khusus menyoroti situasi di Jawa Tengah, yang selama ini terkenal sebagai basis kuat PDIP.
BACA JUGA: Jelang Coblosan, Megawati Bakal Turun ke Jawa Tengah Lagi di Solo, Gegara Ada Jokowi?
Ia mengaku menerima laporan tentang masifnya penggunaan penjabat kepala daerah dan mutasi aparatur kepolisian untuk tujuan politik elektoral.
”Di Jawa Tengah misalnya, saya mendapatkan laporan betapa masifnya penggunaan penjabat kepala daerah hingga mutasi aparatur kepolisian demi tujuan politik elektoral,” ungkap Megawati, seperti beritajateng.tv kutip dari kanal YouTube PDIP, Kamis 28 November 2024.
Tak hanya itu, Megawati juga mengatakan bahwa ia mengenal karakteristik pemilih di Jawa Tengah, yang selama ini menjadi basis utama pendukung PDIP.
”Saya melihat energi pergerakan rakyat, simpatisan, dan kader yang militan. Seharusnya, tidak akan terkalahkan jika Pilkada dilakukan secara fair, jujur, dan berkeadilan,” ujarnya.
Ketua Umum PDIP ini tidak segan menyinggung aspek etika dan moral yang menurutnya telah terabaikan. Ia menyebut tindakan mobilisasi kekuasaan sebagai pembungkaman suara rakyat.
“Apa yang terjadi saat ini sudah di luar batas etika, moral, dan hati nurani,” ujar Megawati. Ia meminta kader PDIP untuk tetap berjuang demi keadilan.
Megawati menyatakan bahwa jika praktik seperti ini dibiarkan, demokrasi Indonesia berada dalam ancaman besar. Ia menyoroti bahwa pilkada seharusnya menjadi momentum peningkatan peradaban politik.
Ia juga menekankan bahwa demokrasi tidak boleh dijadikan alat kekuasaan semata. “PDI Perjuangan tidak akan lelah berjuang melawan bentuk intimidasi kekuasaan,” tambahnya.




