“Ini menunjukkan konflik narasi semakin tajam,” ujar Hersubeno. Ia menilai klaim restu justru memperkeruh situasi internal.
BACA JUGA: Sempat Menghindar, Sekjen PBNU Gus Ipul Respons Pemakzulan Gus Yahya: Serahkan ke Para Ulama
Sementara itu, Forum Kiai NU Jawa menambah kejutan dengan menyebut penyanyi cum pendakwah Rhoma Irama sebagai pemersatu kultural. Hersubeno menilai langkah ini simbolik.
“Rhoma Irama bukan tokoh struktural, tapi simbol pencarian legitimasi moral,” katanya.
PBNU versi Suriyah menolak wacana kepengurusan tandingan. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Imron Rosadi Hamid, menegaskan NU punya aturan jelas.
Hersubeno menutup analisis dengan peringatan serius. “NU sekarang berada pada persimpangan berbahaya,” ujarnya.
Ia menegaskan konflik PBNU berdampak luas bagi kehidupan sosial nasional. “NU bukan sekadar ormas, tapi pilar bangsa,” ucap Hersubeno (*)




