Sementara warga yang bermata pencaharian sebagai petani membawa spanduk yang menyuarakan untuk mempertahankan lahan mereka, “Tanah Untuk Rakyat” dan “Jogo Lemah Urip Kawula Alit”.
Soroti Perampasan Ruang di Pesisir
Salah satu isu yang paling banyak para demonstran suarakan dalam aksi tersebut adalah persoalan pesisir utara Jawa Tengah. Bagas menilai masyarakat pesisir menghadapi ancaman semakin sempitnya ruang hidup akibat berbagai proyek pembangunan dan kebijakan tata ruang.
Ia menyinggung integrasi dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Tengah dengan kebijakan pengelolaan ruang laut yang dinilai berpotensi membuka lebih banyak kawasan untuk kepentingan industri dan proyek strategis.
Menurut Bagas, pembangunan berbagai infrastruktur pesisir seperti tanggul laut dan proyek strategis lainnya perlu terkaji secara serius karena di khawatirkan berdampak pada akses masyarakat terhadap ruang hidup mereka.
“Banyak sekali perampasan ruang baik di pesisir maupun di laut. Masyarakat melihat peruntukan ruang lebih banyak di arahkan untuk proyek-proyek besar, sementara kepentingan warga sering kali terabaikan,” ujarnya.
Kehilangan Akses Tanah dan Laut
Bagas menegaskan dampak terbesar yang masyarakat rasakan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga hilangnya hubungan sosial dan budaya yang selama ini terikat dengan tanah maupun laut.
Menurutnya, petani yang kehilangan lahan dan nelayan yang kehilangan akses ke laut akan kehilangan sumber penghidupan utama mereka.
“Ketika masyarakat tidak lagi punya akses terhadap tanah atau laut, mereka kehilangan penghidupan. Lebih dari itu, ada tradisi dan nilai-nilai yang selama ini melekat pada wilayah tersebut yang ikut terputus,” katanya.
Melalui aksi tersebut, para peserta berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Gubernur Jawa Tengah, dapat menemui warga dan mendengarkan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Bagas mengatakan masyarakat saat ini membutuhkan langkah konkret dan keberpihakan pemerintah dalam menyelesaikan konflik ruang yang terjadi di berbagai daerah.





