SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang tak sekadar bersiap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.
Sebanyak 845 atlet siap berjuang mempertahankan gelar juara umum sekaligus mengharumkan nama Ibu Kota Jawa Tengah di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Porprov Jateng 2026 rencananya akan mulai pada 24 Oktober 2026. Dengan persiapan yang melibatkan 57 cabang olahraga (cabor) dan 596 nomor pertandingan.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang bidik capaian medali yang setidaknya menyamai hasil Porprov sebelumnya.
Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, mengatakan target tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi prestasi olahraga daerah. Namun, ia menegaskan keberhasilan pembinaan atlet tidak semata-mata di ukur dari jumlah medali yang di peroleh.
“Kita berharap bisa sama atau lebih. Namun, yang terpenting bukan hanya juara umum, melainkan bagaimana atlet-atlet yang sudah melalui pembinaan prestasi di Kota Semarang ini tidak berhenti di tingkat provinsi, tetapi bisa sampai ke tingkat nasional maupun internasional,” kata Arnaz di Kantor KONI Kota Semarang, Sabtu (17/10/2026).
BACA JUGA: Persiapan Porprov 2026, KONI Kabupaten Semarang Gelar Tes Fisik Para Atlet
Pada Porprov Jateng 2023, kontingen Kota Semarang mengoleksi 186 medali emas, 138 perak, dan 137 perunggu. Capaian tersebut menjadi pijakan dalam menyusun target prestasi untuk kompetisi tahun ini.
Untuk mengejar target juara umum Porprov Jateng 2026, KONI Kota Semarang menaruh perhatian pada sejumlah cabang olahraga yang memiliki peluang menyumbangkan medali.
Gimnastik, kempo, menembak, renang, dan akuatik masuk dalam daftar cabang unggulan yang menjadi perhatian kontingen.
Sementara itu, sepak takraw, paralayang, anggar, dan sambo juga harapannya mampu memberikan tambahan medali.
Persiapan atlet dengan mempertimbangkan perkembangan pembinaan pada setiap cabang olahraga. KONI berharap kompetisi tingkat provinsi ini menjadi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus membuka jalan menuju persaingan yang lebih tinggi.
Arnaz menyebut Porprov merupakan momentum penting bagi atlet, pelatih, ofisial, dan suporter. Karena itu, penyelenggaraan harus memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh peserta.
“Kegiatan Porprov ini sebenarnya merupakan pestanya para atlet. Karena itu, atlet, ofisial, pelatih, dan suporter yang datang ke Kota Semarang harus mendapatkan pengalaman yang baik selama mengikuti kegiatan,” ujarnya.
Di balik target mempertahankan gelar juara umum, KONI Kota Semarang juga menekankan pentingnya pembinaan atlet yang berkelanjutan.
BACA JUGA: Buka Rakerprov KONI Jateng, Wagub Taj Yasin: Porprov Jadi Pintu Menuju PON 2028
General Manager Tim Pemenangan KONI Kota Semarang, Helly Sulistyanto, mengatakan keberhasilan olahraga tidak seharusnya hanya terlihat dari banyaknya medali.
Perkembangan kemampuan atlet, kualitas pembinaan, serta peluang melanjutkan karier ke tingkat nasional dan internasional juga harus menjadi tolok ukur.
Menurut Helly, program pembinaan perlu disusun secara terukur dan dapat di pertanggungjawabkan. Terutama karena sebagian pendanaannya bersumber dari anggaran pemerintah daerah.
“Jangan sampai medali hanya menjadi angka yang diperebutkan, kemudian aturan dan etika justru di langgar. Pembinaan harus menjadi perhatian utama, termasuk bagaimana atlet disiapkan agar bisa menjadi atlet unggulan Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional,” kata Helly.
Ia menilai, jumlah medali bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Atlet yang berkembang secara konsisten dan mampu menjadi andalan daerah pada kompetisi berikutnya juga merupakan hasil penting dari pembinaan.
“Lebih baik memperoleh emas lebih sedikit, tetapi atlet-atletnya benar-benar berkembang dan nantinya bisa menjadi atlet unggulan Jawa Tengah. Menurut saya, hal itu juga merupakan ukuran keberhasilan pembinaan,” ujarnya.
Porprov Jateng 2026 sekaligus menjadi salah satu tahapan penting untuk memetakan atlet potensial yang dapat dipersiapkan memperkuat Jawa Tengah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Sebagai tuan rumah, Kota Semarang tidak hanya mengejar prestasi olahraga. Penyelenggaraan Porprov juga harapannya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Arnaz memperkirakan sekitar 10.000 orang akan terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari atlet, pelatih, ofisial, hingga pendukung kontingen. Kehadiran mereka berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan, sektor kuliner, jasa, penginapan, dan pariwisata.
BACA JUGA: Pembinaan Atlet Terancam Jika Abaikan Aturan, KONI Semarang Ingatkan Cabor
“Kalau mereka berbelanja, berwisata, atau melakukan kegiatan lain di Kota Semarang, tentu ada dampak terhadap perekonomian daerah. Karena itu, kami berharap kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Arnaz.
Peluang tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Dengan demikian, Porprov diharapkan tidak hanya menjadi panggung pertandingan, tetapi juga momentum untuk menggerakkan perekonomian lokal.
Dari sisi pelayanan, persiapan turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta.
Sejumlah rumah sakit yang rencananya mendukung medis antara lain RSUD KRMT Wongsonegoro, Columbia Asia, Hermina, dan Siloam.
Fasilitas media center di kawasan TLC juga hadir untuk menunjang kebutuhan wartawan dalam meliput rangkaian pertandingan dan kegiatan Porprov.
Rangkaian pembukaan Porprov Jateng 2026 rencananya berlangsung pada 24 Oktober 2026. Salah satu agendanya adalah kirab obor yang akan membawa simbol semangat olahraga ke sejumlah wilayah.
Api obor rencananya berasal dari api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan, kemudian melintasi Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Kota Semarang.
Di Kota Semarang, kirab direncanakan melewati kawasan Tugu Muda menuju Simpang Lima.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dijadwalkan membawa obor dari Wisma Perdamaian menuju Tugu Muda, sebelum estafet berlanjut oleh Arnaz menuju Simpang Lima.
Selanjutnya, obor bakal menuju kawasan Stadion Jatidiri dengan melibatkan unsur KONI Provinsi Jawa Tengah.
Bagi Kota Semarang, rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun antusiasme masyarakat sekaligus menandai mulainya pesta olahraga tingkat provinsi.
BACA JUGA: Tantangan Euforia Olahraga Padel di Indonesia: Masuk KONI Baru 2025, Pelatih Perlu Sertifikasi
Helly mengatakan, status tuan rumah menghadirkan tanggung jawab ganda bagi Kota Semarang, yakni menyukseskan penyelenggaraan dan memastikan atlet mampu bersaing secara maksimal.
“Sebagai tuan rumah, tentu ada kebanggaan bagi warga Kota Semarang. Namun, pada saat yang sama, kami juga harus mempersiapkan prestasi atlet. Alhamdulillah, sampai sekarang kedua hal tersebut berjalan beriringan dan diharapkan pelaksanaan Porprov dapat berlangsung lancar,” ujarnya.
Pertandingan Porprov Jateng XVII 2026 akan tersebar di enam daerah di kawasan Semarang Raya, yakni Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kota Salatiga, sesuai pembagian lokasi penyelenggaraan venue.
Dari total 57 cabang olahraga pertandingan, sebanyak 29 cabor bakal berlangsung di Kota Semarang. Cabang lainnya akan di selenggarakan di daerah tuan rumah pendamping.
Penyebaran lokasi pertandingan di perkirakan mendatangkan atlet, keluarga, dan pendukung dari berbagai daerah. Selain meramaikan arena pertandingan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan destinasi wisata dan produk unggulan daerah.
Dengan menyiapkan 845 atlet, Kota Semarang kini menghadapi dua tantangan sekaligus: menjaga prestasi olahraga dan menyukseskan penyelenggaraan Porprov Jateng 2026.
Target juara umum menjadi ambisi yang ingin Semarang capai, sementara keberlanjutan pembinaan harapannya melahirkan atlet yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional. (*)





