Jateng

Koperasi Merah Putih Kunden Blora Resmi Kelola 24 Kolam Bioflok Lele: Bantuan dari KKP RI

×

Koperasi Merah Putih Kunden Blora Resmi Kelola 24 Kolam Bioflok Lele: Bantuan dari KKP RI

Sebarkan artikel ini
Kolam Bioflok
Sebanyak 24 kolam bioflok lele bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk Koperasi Merah Putih Kelurahan Kunden, Blora. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Meski pembangunan gedung kantor belum sepenuhnya rampung, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kunden, Kecamatan Blora, resmi memulai unit usaha budidaya ikan lele dengan sistem kolam bioflok.

Unit usaha yang berlokasi strategis di dekat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kunden tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, Selasa, 10 Februari 2026.

Peresmian ditandai dengan pelepasan 60 ribu benih ikan lele bersama perwakilan Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

BACA JUGA: Budidaya Ikan Air Tawar Jadi Harapan Nelayan di Semarang saat Musim Baratan

Ketua KKMP Kunden, Rohmah Yuli Fridayanti, menjelaskan bahwa program Budidaya Ikan Tematik ini sepenuhnya KKP RI biayai melalui APBN 2025 dengan nilai bantuan mencapai Rp600 juta per lokasi.

“Pembangunan mulai akhir 2025, mencakup pembuatan kolam, pelatihan SDM, hingga penyediaan bibit. Kami berharap unit usaha ini dapat mendukung ketahanan pangan di Kelurahan Kunden sekaligus memberdayakan ekonomi warga sekitar,” ujar Rohmah.

Blora Terima Bantuan Kolam Bioflok Terbanyak

Perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI dari Balai Perikanan Jepara, Bayu Romadhona, mengungkapkan bahwa Kabupaten Blora mendapatkan alokasi bantuan sistem bioflok terbanyak di wilayah eks-Karesidenan Pati.

“Ada empat lokasi yang Pusat setujui, yakni di Kunden (Blora Kota), Kentong (Cepu), Kamolan (Blora Kota), dan Sambongrejo (Sambong). Ini menunjukkan potensi perikanan Blora sangat besar,” ungkap Bayu.

Bayu memberikan catatan teknis khusus bagi pengelola di Blora mengingat karakteristik air di wilayah ini memiliki Total Dissolved Solids (TDS) atau total padatan terlarut yang cukup tinggi, mencapai 900 ppm. Padahal, ikan lele tumbuh ideal pada air dengan TDS di bawah 300 ppm.

BACA JUGA: Potensi Ikan Nila Salin dan Lele di Jateng Melimpah, DKP: Bisa Cukupi Kebutuhan Menu MBG

“Kunci sukses budidaya adalah manajemen air. Di Blora, air harus diendapkan beberapa hari sebelum dialirkan ke kolam agar ikan tumbuh sehat. Selain itu, pengelola harus konsisten menerapkan prinsip 3M: Manajemen Air, Manajemen Pakan, dan Manajemen Sortir,” tegasnya.

Satu lokasi bantuan ini terdiri dari 24 kolam bundar berdiameter 4 meter, lengkap dengan sarana aerasi, jaringan listrik, air, serta naungan kolam. Para tenaga teknis juga telah beroleh bimbingan teknis (bimtek) khusus di Banyuwangi.

Dukungan Pemenuhan Gizi Lokal

Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri KKP atas bantuan strategis tersebut. Ia berencana mengintegrasikan hasil panen lele ini untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG setempat.

“Kami akan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pemenuhan kebutuhan SPPG dari potensi lokal. Jadi, hasil pertanian dan peternakan kita, termasuk lele bioflok ini, bisa langsung terserap,” kata Arief.

Terkait kendala lahan KKMP Kunden yang berada di bawah naungan Kemenpora RI, Bupati berkomitmen untuk segera mengoordinasikan perizinannya.

“Kami akan rapatkan kembali agar aset kementerian maupun BUMN di Blora bisa selaras mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui KKMP dan KDMP,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp