Jateng

Korban Selamat Ungkap Detik-detik Kecelakaan Bus di Exit Tol Krapyak: Laju yang Tiba-tiba Kencang

×

Korban Selamat Ungkap Detik-detik Kecelakaan Bus di Exit Tol Krapyak: Laju yang Tiba-tiba Kencang

Sebarkan artikel ini
kecelakaan bus semarang
Ardi Nata Triguna korban selamat kecelakaan bus PO Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak saat ditemui di RSUD dr. Adhyatma, MPH (RS Tugu) Semarang. Selasa, 23 Desember 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Ardi juga mengungkapkan bahwa sebelum kecelakaan, ia sempat terbangun karena merasakan laju bus yang mendadak kencang. Menurutnya, hal tersebut terjadi setelah bus keluar dari rest area Subang, Jawa Barat.

“Saya kebangun karena ada sentakan gas, bus terasa tiba-tiba kencang. Kerasa beda cara bawanya,” katanya.

Ia baru mengetahui kemudian bahwa terjadi pergantian sopir di rest area Subang. Ardi mengaku tidak menyadari momen pergantian sopir tersebut, namun merasakan perbedaan gaya mengemudi setelahnya.

“Kerasa lebih berani ngebut dan banting setir. Saya ngerasa kecepatannya hampir di atas 100 km/jam, padahal setahu saya bus antar kota itu maksimal 60-80 km/jam,” ujarnya.

Kabarnya, Bus PO Cahaya Trans berangkat sejak sore hari dari wilayah Bogor dan sempat berhenti di beberapa titik untuk menaikkan penumpang sebelum akhirnya masuk Tol menuju Jawa Tengah.

Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 16 penumpang meninggal dunia, sementara belasan lainnya selamat dengan luka-luka. Tunangan Ardi, Nyimas, dijadwalkan menjalani operasi pemasangan pen di lengan kirinya pada hari ini.

“Harusnya kami ke Jogja untuk wisuda PPG calon saya [Nyimas]. Gladi hari ini, wisudanya besok [24 Desember 2025]. Sekarang wisudanya di rumah sakit,” ucap Ardi lirih.

BACA JUGA: Harga-harga Melonjak di Pasar Semarang, Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu, Ayam Rp40 Ribu Per Kg

Meski demikian, Ardi bersyukur masih mendapat keselamatan di tengah tragedi yang merenggut banyak nyawa.

Sementara itu, pihak RSUD dr. Adhyatma melalui Plt Direktur RSUD dr. Adhyatma, MPH, Kinetika Sinantri, menyatakan bahwa masih ada dua korban yang di rawat inap. Salah satunya adalah Nyimas Jihan (26) yang telah dijadwalkan operasi ORIF (Open Reduction Internal Fixtation) pada Selasa, 23 Desember 2025 pukul 10.00 WIB.

Kemudian, pasien atas nama Marno (30) mengalami trauma dada (thorax). Telah terlaksana tindakan pemasangan WSD (Water Sealed Drainage). Kondisi pasien dilaporkan membaik dan sesak napas berkurang. Saat ini dalam program perbaikan kondisi umum di bawah pengawasan dr. Bondan, Sp.B.