SEMARANG, beritajateng.tv – Ardi Nata Triguna (28), salah satu korban selamat kecelakaan bus PO Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, mengungkapkan detik-detik mencekam saat bus yang ia tumpanginya terguling pada Senin, 22 Desember 2025 yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.
Warga Cibinong, Bogor, itu mengatakan kecelakaan terjadi sangat cepat sekitar pukul 00.30 WIB. Saat kejadian, Ardi tengah tertidur pulas di kursi penumpang sisi kiri bus. Dalam hitungan detik, suasana di dalam bus berubah menjadi kepanikan dan jeritan penumpang.
“Saya dengar teriakan Allahuakbar dan Lailahaillallah. Tiba-tiba bus sudah miring. Saya refleks pegang kursi depan,” kata Ardi saat beritajateng.tv temui di RSUD dr. Adhyatma, MPH (RS Tugu) Semarang, Selasa, 23 Desember 2025.
Ardi duduk di kursi nomor 5 sisi kiri, sementara tunangannya berada di kursi dekat jendela. Saat bus terguling, tunangannya terpental ke sisi kanan dan mengalami luka berat berupa patah tulang lengan, sementara Ardi relatif lebih ringan meski sempat terhimpit.
“Saya lihat ke bawah, posisi saya di atas, sementara di bawah sudah tumpukan penumpang. Ada yang tidak selamat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Daftar Nama Korban Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang
Dalam kondisi panik dan terpacu adrenalin, Ardi mengaku melakukan evakuasi mandiri. Ia lebih dulu memastikan kondisi tunangannya yang mengalami patah tulang, lalu mencari jalan keluar dari dalam bus.
“Satu-satunya jalan keluar yang saya lihat itu dari kaca depan bus yang sudah pecah. Saya bawa tunangan saya keluar, lalu balik lagi ke dalam bus untuk ambil handphone buat hubungi bantuan,” jelasnya.
Setelah sekitar 10 menit berada di luar bus, kondisi fisik Ardi mulai menurun. Tim gabungan dari ambulans, BPBD, dan SAR mengevakuasinya menuju rumah sakit.





