SEMARANG, beritajateng.tv – Tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian korban longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.
Total korban meninggal dunia akibat bencana longsor ini kini bertambah menjadi 23 orang. Penemuan satu korban ini pada Jumat, 24 Januari 2025.
Adapun identitas korban baru tersebut adalah Aurel, anak dari Sekretaris Desa (Sekdes) Kasimpar, Sularso. Jenazah perempuan berusia 15 tahun tersebut ditemukan di area persawahan sekitar rumahnya oleh tim pencarian.
BACA JUGA: Bank Jateng Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor Kabupaten Pekalongan
Setelah penemuan tersebut, korban langsung di evakuasi ke posko bencana di Puskesmas Petungkriyono untuk identifikasi.
Sebelumnya, bencana longsor ini terjadi pada Senin, 20 Januari 2025 usai hujan deras.
Longsoran tanah menghantam tiga bangunan, yakni dua rumah warga, termasuk rumah Sekdes Sularso, serta Kafe Allo.
Kemensos beri santunan untuk korban longsor Pekalongan
Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan santunan kepada ahli waris korban longsor di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sebesar Rp15 juta dan luka berat maksimal Rp5 juta.
“Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik bagi korban terdampak bencana, kami juga sudah menyiapkan santunan untuk korban bencana yang meninggal. Hingga saat ini, Kemensos masih terus mengupdate karena masih ada kemungkinan korban tambahan,” kata Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul), seperti beritajateng.tv kutip dari Antara, Sabtu 25 Januari 2025.
“Kemensos telah menerjunkan 40 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu pencarian. Sebelumnya, tim Tagana juga telah mendirikan Dapur Umum di halaman SD 02 Yosorejo, Kecamatan Petung Priono,” ucap Gus Ipul.
BACA JUGA: Longsor di Petungkriyono Pekalongan, Ketua DPRD Jateng Sumanto Minta Reboisasi
Ia menjelaskan, dapur umum tersebut memproduksi hingga 4.500 bungkus makanan per hari untuk memenuhi kebutuhan makanan korban di titik pengungsian mandiri. (*)





