SEMARANG, beritajateng.tv – Kawasan Kota Lama Semarang kembali dipadati pengunjung saat momen long weekend. Tak hanya ramai di malam hari, suasana siang di kawasan bersejarah ini justru menghadirkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama kalangan muda yang berburu konten foto estetik.
Terik matahari yang menyinari deretan bangunan tua bergaya kolonial justru mempertegas karakter khas Kota Lama. Dinding-dinding kokoh dengan cat yang mulai memudar, jendela besar, serta pintu-pintu kayu klasik menciptakan nuansa seolah membawa pengunjung kembali ke masa lampau. Aktivitas wisatawan tampak merata di sejumlah titik, mulai dari sekitar Gereja Blenduk hingga Taman Srigunting.
Di sepanjang jalan, pengunjung terlihat hilir mudik dengan kamera dan ponsel di tangan. Beberapa tampak sengaja mengenakan outfit bernuansa vintage hingga kasual modern demi mendapatkan hasil foto yang menarik untuk media sosial.
Salah satu wisatawan asal Kota Magelang, Clea, mengaku terkesan dengan suasana Kota Lama yang ia kunjungi untuk pertama kalinya bersama rekannya, Valentina.
“Bagus banget. Kayak kebayang zaman Belanda dulu, terus enak buat foto-foto,” ujar Clea saat beritajateng.tv temui di kawasan Kota Lama pada Sabtu, 4 April 2026.
BACA JUGA: Soto Betawi hingga Bakso Malang, Kuliner Nusantara Jadi Andalan Iftar “Buka Berkah” Horison Kota Lama Semarang
Clea dan Valentina berangkat dari Magelang menggunakan sepeda motor sejak pagi hari. Mereka memulai perjalanan sekitar pukul 08.00 WIB dan tiba di Kota Lama pada pukul 09.30 WIB.
“Ini baru pertama kali ke sini. Kita memang niatnya ke Kota Lama aja, foto-foto sama cari makanan,” tambah Valentina.
Meski harus menempuh perjalanan lintas kota, kedua remaja berusia 19 tahun itu mengaku tidak keberatan. Mereka bahkan memilih langsung kembali ke Kota Magelang di hari yang sama tanpa menginap.
Fenomena meningkatnya kunjungan ke Kota Lama juga menunjukkan pergeseran minat wisata anak muda. Jika sebelumnya wisata alam lebih terminati, kini kawasan urban dengan nilai sejarah justru menjadi alternatif yang dicari.
“Di Magelang kan biasanya wisata alam. Jadi ke sini pengen yang nuansa kota, sekalian lihat bangunan lama yang masih awet,” kata Clea.
Menurut mereka, Kota Lama memiliki daya tarik unik yang tidak hanya menawarkan visual bangunan tua, tetapi juga menghadirkan suasana khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Masih terasa hawa-hawa zaman dulu, bangunannya sudah lama tapi tetap terawat,” imbuh Valentina.
Hal yang sama juga dirasakan Nur Aviana salah satu pengunjung dari Pekalongan mengaku memang menyempatkan datang ke Kota Lama untuk melihat bangunan cagar budaya yang ikonik dan estetik untuk berfoto.
Ia yang datang bersama sahabatnya, selain berfoto di bagunan-bagunan tua, wanita 27 tahun itu juga menyempatkan datang ke museum Kota Lama.
“Tadi ke Museum Kota Lama, HTMnya murah cuma 10 ribu, ada pemandunya dan dijelaskan sejarah Kota Lama. Kota Lama bersih, tertata, gak ada sampah berserakan,” jelasnya.
BACA JUGA: WARA: Ketika Anak Muda “Meworo-Woro” Lewat Seni, Menggugah Kota Lama Semarang
Kota Lama Semarang kini tak sekadar menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga ruang ekspresi bagi generasi muda. Di tengah terik siang, kawasan ini justru hidup dengan aktivitas kreatif, menjadikannya magnet baru wisata urban di Jawa Tengah.
Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mencatat, kunjungan wisatawan di Kawasan Kota Lama Semarang naik 24,72 persen selama libur Lebaran atau sekitar 222.856 pengunjung.
Capaian ini menempatkan Kota Semarang sebagai salah satu pilar utama penggerak pariwisata di Jawa Tengah. Karena kawasan Kota Lama menunjukkan daya tarik yang sangat kuat dengan tercatat sebagai destinasi yang memiliki volume kunjungan tertinggi. (*)
Editor: Farah Nazila





