Jateng

Kota Magelang Usung Tema Army Look, 8 UKM Lokal Tampilkan Produk Kreatif dan Kekinian

×

Kota Magelang Usung Tema Army Look, 8 UKM Lokal Tampilkan Produk Kreatif dan Kekinian

Sebarkan artikel ini
army look magelang
Retno Arumdati saat menampilkan produk bertema "Army Look" di stan Dekranasda Kota Magelang. Rabu, 20 Agustus 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Magelang menunjukkan kreativitas dalam Expo UMKM dan Kuliner di Halaman Kantor DPRD Jawa Tengah yang berlangsung mulai Rabu, 20 Agustus hingga Jumat, 22 Agustus 2025.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Magelang tahun ini mengusung konsep “Army Look” dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Retno Arumdati, salah satu perwakilan UKM, tema ini dipilih karena memiliki kedekatan dengan identitas Kota Magelang yang dikenal sebagai “kota tentara”.

“Setiap event kami usung tema yang berbeda. Tahun ini, karena Magelang identik dengan dunia militer, maka kami angkat nuansa army untuk ditampilkan melalui produk-produk kreatif UKM,” jelasnya saat beritajateng.tv jumpai pada Rabu, 20 Agustus 2025.

BACA JUGA: Pandemi Berlalu, UKM Batik di Kabupaten Semarang Belum Kunjung Bangkit: Masih Lesu dan Sepi

Nuansa army sendiri terwujudkan dalam berbagai bentuk. Mulai dari warna khas hijau militer, motif loreng, hingga desain produk yang terinspirasi gaya tentara. Retno menambahkan, konsep ini bisa teradaptasi ke berbagai item fesyen maupun aksesori.

“Army look itu kan bisa dari warnanya, motifnya, atau hasil akhirnya. Jadi masyarakat punya banyak pilihan untuk bergaya ala tentara dengan produk UKM lokal,” ujarnya.

Produk kolaborasi dari delapan UKM Magelang

Tidak hanya menjual produk sehari-hari, tetapi juga merancang desain khusus agar sesuai dengan tema army.

Produk yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari jaket, pakaian dewasa dan anak-anak, topi berbagai model, tas, dompet, hingga aksesori handmade dari clay.

Persiapan untuk menghadirkan produk bertema army ini terbilang singkat, hanya sekitar tiga minggu. Namun, para pelaku UKM bekerja sama secara intensif agar bisa menghasilkan karya yang layak di pamerkan.

“Kami ini ada delapan UKM, keroyokan bareng-bareng, pokoknya ngebut dalam waktu tiga minggu. Ada yang memang sudah biasa memproduksi setiap bulan, ada juga yang membuat desain khusus hanya untuk event ini,” jelas Retno.

Produk UKM Kota Magelang ini menggunakan bahan yang cukup beragam. Untuk fesyen, ada yang menggunakan kain drill, katun, hingga ripstop, jenis kain yang biasa dipakai untuk kebutuhan outdoor karena lebih tahan lama.

BACA JUGA: Pandemi Berlalu, UKM Batik di Kabupaten Semarang Belum Kunjung Bangkit: Masih Lesu dan Sepi

Sementara untuk aksesori, ada yang terbuat dari clay, semen, hingga batik tulis yang memberikan sentuhan khas budaya lokal.

Harga produk yang di tawarkan juga bervariasi, mulai dari Rp10.000 untuk produk kecil seperti gantungan kunci, hingga Rp350.000 – Rp400.000 untuk item premium seperti jaket atau batik tulis.

Beberapa produk bahkan di tawarkan dalam bentuk custom order seperti plakat, gelas dan mangkuk keramik.

Konsep untuk memperkuat identitas Magelang

Bagi Retno, konsep “Army Look” tidak hanya menjadi tren fesyen, tetapi juga simbol identitas Kota Magelang. Dengan mengangkat tema ini, UKM lokal harapannya mampu menunjukkan ciri khas daerah sambil mengikuti selera pasar modern.

“Masyarakat bisa melihat bahwa produk lokal juga bisa tampil kekinian. Harapannya, produk UKM Magelang makin dikenal luas dan mampu bersaing dengan produk nasional maupun internasional,” jelasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp