“Kedekatannya dengan bandara menjadi nilai tambah. Kafilah bisa langsung menuju PRPP untuk registrasi sebelum melanjutkan perjalanan ke hotel,” ujar Agung.
Ia menyebut PRPP berpotensi menjadi titik awal kedatangan seluruh kafilah MTQ Nasional 2026. Selain lokasi yang strategis, fasilitas pendukung di kawasan tersebut dinilai cukup lengkap dan masih dapat terus disempurnakan.
“Ruang ber-AC, pencahayaan, area antrean, layanan konsumsi, hingga ruang istirahat sementara menjadi perhatian utama. Semua itu akan terus kita optimalkan,” tambahnya.
Dari sisi visual, desain bangunan PRPP yang menampilkan unsur arsitektur Jawa juga dinilai memberi nilai tambah. Nuansa lokal tersebut dianggap mendukung kebutuhan dokumentasi dan publikasi kegiatan MTQ.
“Ketika tirai dan gebyok dibuka, nuansa Jawanya sangat terasa dan fotogenik. Ini cocok untuk dokumentasi, photo booth, maupun foto bersama,” ujar salah satu anggota tim survei.
Optimis Sukseskan MTQ Nasional di Semarang
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan optimisme bahwa Kota Semarang siap mengemban kepercayaan sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2026.
Menurutnya, ajang ini menjadi momentum penting bagi Semarang untuk menunjukkan kapasitas sebagai kota penyelenggara event nasional.
“Kota Semarang siap menyambut dan menyukseskan MTQ Nasional 2026. Sejak terakhir menjadi tuan rumah pada tahun 1979, MTQ Nasional kembali hadir sebagai momentum bersejarah bagi kami untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik, lebih tertib, dan semakin berkualitas,” kata Agustina.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Semarang akan mengerahkan seluruh potensi daerah serta berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan berbagai elemen masyarakat.
“Kami ingin MTQ Nasional pada September 2026 nanti tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga berkesan bagi peserta dan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pembahasan survei tersebut, tim Kemenag juga menyoroti aspek efisiensi biaya dan instalasi. Sejumlah gedung telah memiliki fasilitas yang memadai karena sebelumnya menjadi venue kegiatan nasional dan korporasi.





