Gaya Hidup

Kota Semarang Jadi Magnet Baru Pecinta Anthurium dan Aglaonema

×

Kota Semarang Jadi Magnet Baru Pecinta Anthurium dan Aglaonema

Sebarkan artikel ini
Kota Semarang Jadi Magnet Baru Pecinta Anthurium dan Aglaonema
Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menghadiri pameran tanaman unggulan Anthurium dan Aglaonema di Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pameran dan kontes tanaman hias kembali menggairahkan dunia ekonomi kreatif di Kota Semarang.

Kegiatan yang menampilkan dua jenis tanaman unggulan, anthurium dan aglaonema, resmi hadir di area parkir Eks Wonderia, Jalan Sriwijaya, Candisari, Kota Semarang.

Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti membuka pameran yang berlangsung hingga 23 November mendatang.

Dalam sambutannya, Agustina menilai pameran tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang bertemunya kreativitas, nilai ekonomi, dan komunitas pecinta tanaman dari berbagai daerah.

Ia menyebut anthurium dan aglaonema memiliki daya tarik tidak hanya dari sisi visual, tetapi juga dari filosofi yang melekat di dalamnya.

Ia menjelaskan, anthurium terkenal sebagai simbol semangat dan keramahan karena bentuknya yang menyerupai hati dan berwarna merah cerah.

Sementara aglaonema atau yang terkenal sebagai sri rejeki oleh masyarakat Jawa, di percaya membawa keberuntungan dan pertumbuhan baru.

“Pameran ini menjadi ruang bagi mereka yang telaten merawat tanaman, helai demi helai. Saya pernah merasakan bagaimana merawat bunga bisa memberi rezeki yang luar biasa. Pameran seperti ini selalu di nanti para pecinta tanaman hias,” ujar Agustina.

BACA JUGA: Pameran “Ketika Api Menyala di Semarang”, Riwayat Pertempuran 1945 dalam Arsip dan Visual Autentik

Animo peserta dalam kegiatan ini cukup tinggi. Tercatat 262 peserta mengikuti kontes anthurium, sementara 265 peserta berlaga di kategori aglaonema.

Sebanyak 44 stan tanaman hias ikut meramaikan pameran, bahkan beberapa di antaranya datang dari Sragen dan Jawa Timur.

Menurut Agustina, antusiasme tersebut menunjukkan bahwa Semarang mulai diakui sebagai lokasi yang menjanjikan untuk penyelenggaraan pameran tanaman hias berskala lebih besar.

Ia mengingatkan kembali fenomena booming tanaman hias pada 2009-2011. Ketika anthurium sasaran buruan hingga ke pekarangan rumah warga karena nilainya yang sangat tinggi. Meski tren serupa belum terjadi kembali, ia melihat pecinta tanaman tetap menunggu momentum baru.