HeadlinePeristiwa

Krisis Air Bersih di Semarang Meluas, BPBD Kota Semarang: APBD 2023 Habis, Kini Andalkan Bantuan CSR

×

Krisis Air Bersih di Semarang Meluas, BPBD Kota Semarang: APBD 2023 Habis, Kini Andalkan Bantuan CSR

Sebarkan artikel ini
BPBD: Pasca Banjir, Tujuh Rumah Rusak di Semarang Bakal Diusulkan Bantuan BTT
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P. Martanto. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebutkan bahwa daerah yang mengalami krisis air bersih di Semarang semakin meluas seiring musim kemarau panjang imbas fenomena El-Nino.

“Bahkan, salah satu kecamatan yang biasanya tidak pernah (sekarang mengalami krisis air bersih). Hari ini muncul permintaan, yakni di Gunungpati, Kelurahan Cepogo,” ujar Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto di Semarang, Rabu, 13 September 2023.

Ia mengatakan, permintaan dari masyarakat untuk air bersih setiap minggu rata-rata mencapai enam tangki, dengan kapasitas setiap tangki mencapai 5.000 liter.

BACA JUGA: Perpanjang Antisipasi Kekeringan dan Dampak El-Nino, BPBD Jateng: Krisis Air Paling Parah di Blora

Untuk permohonan bantuan air bersih, kata Endro, hanya butuh waktu satu hari bagi BPBD Kota Semarang untuk mengirimkan bantuan air bersih begitu menerima permohonan dari masyarakat.

“Saya hanya butuh satu hari. Ini surat masuk dari Lurah Cepoko masuk kemarin (12/9). Baru surat. Langsung kami tindaklanjuti. Ini untuk mengeluarkan air bersih. Walaupun jasa, harus kami pertanggungjawabkan,” ujarnya.

Pihaknya mencontohkan, BPBD Kota Semarang pada Rabu kemarin mendistribusikan bantuan air bersih di Gedawang dan Jabungan di Kecamatan Banyumanik yang merupakan pengiriman rutin.

“Hari ini, kami menyebar. Di (Kecamatan) Banyumanik, itu rutin di Gedawang dan Jabungan, Gunungpati di Cepoko sebanyak satu tangki, dan satu tangki di Beringin, Kecamatan Ngaliyan,” tuturnya.

Bantuan dari APBD 2023 untuk krisis air bersih di Semarang telah habis

Seiring dengan meluasnya daerah yang terdampak kekeringan, Endro mengakui bahwa persediaan bantuan air bersih yang bersumber dari APBD 2023 sudah habis sehingga tinggal mengandalkan bantuan CSR (corporate social responsibility) dari perusahaan.

“Kemampuan BPBD untuk penyediaan air bersih dari dana APBD 2023 ini sudah habis, nol. Kami ini sekarang bergerak mendistribusikan hanya dari pihak ketiga, CSR,” kata Endro.

Menurutnya, BPBD Kota Semarang terus menggalang CSR dari berbagai perusahaan untuk membantu persediaan air bersih, dan sampai sekarang ini sudah mencapai 25 tangki.

BACA JUGA: Telah Salurkan Sejuta Liter Air Bersih, BPBD Jateng Sebut 12 Daerah di Jateng Mulai Alami Kekeringan

“Secara keseluruhan, kami sudah ada 25 tangki dari CSR. Yang sudah terserap sampai sekarang kurang lebih 10 tangki. Ini tadi masuk lagi 15 tangki yang bisa kami jadikan stok cadangan untuk yang akan datang,” ucapnya.

Endro berharap musim kemarau panjang seiring fenomena El-Nino segera usai sehingga kebutuhan air bersih masyarakat bisa kembali tercukupi sebagaimana sebelumnya.

“Mudah-mudahan permintaan (air bersih) tidak semakin banyak. Kami berharap El-Nino ini (berakhir), ya walaupun kenyataannya waktunya tambah panjang,” tandasnya. (ant)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp