PEMALANG, beritajateng.tv – Kecelakaan bus pariwisata rombongan asal Semarang terjadi di jalur keluar Tol Pemalang–Batang KM 32-B pada Sabtu pagi, 25 Oktober 2025.
Bus berukuran medium yang membawa rombongan Forum Kesehatan Kelurahan Bendan Ngisor, Semarang itu terguling saat melintas di tikungan arah Exit Tol Pemalang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, mengatakan bus berisi 33 penumpang itu sedang dalam perjalanan menuju objek wisata Guci, Kabupaten Tegal. Kuat dugaan kecelakaan terjadi akibat rem blong hingga kendaraan hilang kendali dan menabrak pembatas jalan.
BACA JUGA: 4 Tewas dalam Laka Bus Wisata FKK Bendan Ngisor Semarang di Tol Pemalang
“Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah menerima laporan. Tim dari Unit Siaga SAR (USS) Pemalang segera menuju lokasi. Untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan dengan peralatan ekstrikasi,” jelas Budiono.
Benturan keras menyebabkan bus terguling di sisi jalan dan beberapa penumpang terhimpit bodi kendaraan.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan evakuasi dengan hati-hati untuk menyelamatkan seluruh penumpang yang terjebak di dalam bus.
“Sekitar pukul 11.45 WIB seluruh penumpang berhasil SAR evakuasi. Dari total 33 penumpang, 16 orang selamat tanpa luka, 13 mengalami luka ringan, satu orang luka berat, dan empat penumpang meninggal dunia,” tambahnya.
Berikut identitas empat korban meninggal dunia:
1. Komsiyah, warga Kelurahan Bendan Ngisor, Semarang (RS Prima Medika)
2. Sri Fitriyati, warga Kelurahan Bendan Ngisor, Semarang (RS Siaga Medika)
3. Endah Cipta Ningrum, warga Kelurahan Bendan Ngisor, Semarang (RS Siaga Medika)
4. Abdul Ghofur, warga Kelurahan Bendan Ngisor, Semarang (RS Siaga Medika)
Seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Siaga Medika Pemalang dan RSI Al-Ikhlas Pemalang untuk penanganan lebih lanjut.
“Operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh tim sudah kembali ke satuannya masing-masing. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi, mulai dari aparat kepolisian, TNI, tenaga medis, hingga relawan,” pungkas Budiono. (*)
Editor: Elly Amaliyah





