JEPARA, beritajateng.tv – Suasana mencekam menyelimuti Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) pada Kamis (5/3/2026) malam. Laga panas Derby Jateng Persijap Persis berakhir imbang tanpa gol. Namun, aksi kerusuhan suporter di luar stadion justru mencoreng hasil pertandingan tersebut. Hingga Jumat dini hari, aparat keamanan masih berjaga ketat untuk mengawal ribuan suporter tamu yang terjebak di Jepara.
Kronologi Kerusuhan Antar Suporter
Ketegangan mulai terasa sejak babak pertama. Sejumlah suporter Persis Solo memprotes panitia terkait kapasitas tempat duduk di tribun. Situasi semakin panas pada menit ke-85. Oknum pendukung tamu melempar petasan dari tribun VIP ke arah suporter tuan rumah.
Aksi saling ejek pun berubah menjadi hujan lemparan botol. Keributan ini sempat menghentikan jalannya menit-menit akhir pertandingan. Sebelumnya, wasit juga mengusir bek Persijap, Jose Luis Espinosa (Tiri), dengan kartu merah pada menit ke-78.
Kekacauan semakin meluas setelah wasit meniup peluit panjang. Meski polisi sudah mengatur jalur kepulangan, sekelompok oknum suporter tuan rumah tetap melakukan pengadangan. Mereka menyerang rombongan bus suporter Solo di pintu keluar tribun.
BACA JUGA: Jelang Derby Panas! Prediksi Line Up Persijap Jepara vs Persis Solo, Ini Link Nonton Live Streaming
Aksi saling lempar batu pun pecah hingga area Terminal Jepara. Akibatnya, massa merusak belasan kendaraan dan menghancurkan berbagai fasilitas umum di sekitar stadion. Tiga orang pendukung dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden ini.
Dampak dan Penanganan Pasca-Bentrok Derby Jateng
Polisi segera mengambil tindakan tegas untuk meredam kerusuhan. Berikut adalah poin utama penanganan situasi di lapangan:





