SEMARANG, beritajateng.tv – Mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani koasisten atau koas berinisial YKW (23), asal Surakarta (Solo), ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Jalan Semarang Indah, Kelurahan Tawang Mas, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu, 17 Oktober 2026 sekitar pukul 23.41 WIB malam.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto, membenarkan penemuan mahasiswa tersebut.
Dia bilang, mahasiswa tersebut sebelumnya sedang menempuh pendidikan kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang.
“Korban meninggal laki-laki berusia 23 tahun, mahasiswa dokter koas. Asalnya dari Solo [Surakarta], kuliahnya di Semarang,” kata Suprapto Selasa, 20 Oktober 2026.
Kronologi Mengeluh Badan Sakit
Suprapto mengatakan, peristiwa itu pertama kali kakak kandung korban korban ketahui. Di mana sang kakak bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit di Semarang.
Sebelumnya, kata Suprapto, orang tua korban yang berada di Surakarta menghubungi kakak korban setelah menerima telepon dari YKW.
Dalam percakapan tersebut, kata dia, korban sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang terasa tidak sehat. Di mana merasakan sakit di sekujur badan.
Orang tua korban kemudian meminta kakak korban datang ke tempat kos dengan membawa mobl ambulans. Tujuannya agar YKW segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
BACA JUGA: Kronologi Kebakaran TK Mekarsari 02 Klepu Kabupaten Semarang, Akibat Pembakaran Sampah?
Suprapto berata, kakak korban kemudian datang bersama seorang dokter dan perawat di lokasi menggunakan ambulans.
Akan tetapi setibanya di kamar kos, mereka mendapati pintu dalam keadaan terkunci. Upaya menghubungi korban melalui telepon juga tidak mendapat respons.
“Jeda menelepon dengan orang tuanya itu sekitar satu jam. Ternyata sampai lokasi kamar kos terkunci, ditelepon kakak kandung tidak diangkat. Kemudian pintu kamar didobrak,” ucap Suprapto.
Setelah pintu berhasil dia buka, sang adik mereka temukan dalam kondisi tidak bergerak. Posisinya bersandar di kursi di dalam kamar. Di hadapannya terdapat sejumlah buku yang dugaannya dia gunakan untuk belajar.
Persiapkan Diri untuk Ujian
Sementara itu, menurut keterangan yang polisi terima, YKW sebelumnya sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian yang dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya.
Polsek Semarang Barat telah mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk menyelidiki peristiwa tersebut.
BACA JUGA: Langkah Keluarga Aqib Siswa SD Korban Perundungan di Pemalang, Laporkan Kelalaian Kepsek ke Inspektorat
Berdasarkan pemeriksaan awal, Suprapto mengatakan, polisi tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa YKW memiliki riwayat penyakit jantung.
“Tidak kami temukan tanda-tanda unsur kekerasan. Dari pihak orang tua korban juga menyampaikan kalau korban ini punya riwayat jantung,” katanya.
Setelah evakuasi, jenazah korban dibawa ke kamar jenazah RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut, termasuk visum luar.
Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan terkait penanganan jenazah tersebut. (*)
Editor: Diaz A Abidin





