Kuliner

Kuliner Ramadan Tentrem Ing Rasa, Angkat Akulturasi Kota Pesisir Semarang

×

Kuliner Ramadan Tentrem Ing Rasa, Angkat Akulturasi Kota Pesisir Semarang

Sebarkan artikel ini
kuliner ramadan
Executive Chef Tentrem Mall saat live cooking di Kayu Manis Restoran Semarang. Rabu, 28 Januari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ramadan 2026 di Kota Semarang akan terasa berbeda. Hotel Tentrem Semarang kembali menghadirkan Tentrem Ing Rasa Special 2026, sebuah pengalaman berbuka puasa berkelas yang menempatkan kuliner Peranakan sebagai representasi kuat akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa yang tumbuh di kota pesisir.

Program signature Ramadan Hotel Tentrem Group ini berlangsung pada 6–7 Maret 2026, dengan harga Rp500.000 nett per orang. Dan menjadi kelanjutan dari antusiasme tinggi masyarakat pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

General Manager Hotel Tentrem Semarang, Merlin Manulang, mengatakan bahwa pada 2026 pengembangan konsep Tentrem Ing Rasa lebih mendalam dengan menggali karakter khas setiap kota.

BACA JUGA: Hotel Aruss Semarang Undi Pemenang Grand Prize Liburan ke Bangkok Pattaya untuk Tamu Ramadan

Untuk Semarang, pilihan jatuh pada kuliner Peranakan yang mencerminkan identitas historis dan kultural kota pelabuhan.

“Semarang memiliki sejarah panjang akulturasi budaya. Melalui Tentrem Ing Rasa, kami ingin menghadirkan cerita itu ke dalam pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya lezat, tetapi juga bermakna,” ujarnya pada Rabu, 28 Januari 2026 malam.

Peranakan dalam Setiap Sajian

Hotel Tentrem Semarang menyajikan ragam menu yang memadukan teknik memasak tradisional Tionghoa dengan kekayaan rempah Nusantara.

Salah satu menu unggulan adalah Tahu Gimbal Udang Windu, reinterpretasi hidangan khas Semarang yang diperkaya saus kacang Nusantara dan hasil laut pesisir sebagai simbol kemakmuran wilayah pantai utara Jawa.

Menu lainnya seperti Salmon Pindang, Ikan Kakap Goreng Saus Nyonya Style, hingga Mie Kari Ayam Peranakan. Menu tersebut menegaskan harmoni lintas budaya yang telah lama hidup di Semarang.

Sajian penutup Es Puter dihadirkan sebagai simbol nostalgia dan ingatan kolektif masyarakat pesisir.
Pendekatan ini, menurut manajemen, memastikan setiap hidangan memiliki cerita, bukan sekadar rasa.

Ramadan Berkelas yang Sarat Makna

Tentrem Ing Rasa bukan hanya tentang kuliner, tetapi juga bagian dari positioning Hotel Tentrem dalam melestarikan budaya Indonesia melalui pendekatan modern.