BANDUNG, beritajateng.tv – Berikut beberapa fakta terkait kecelakaan kereta api (KA) Turangga (KA Plb 65A) dengan KA Bandung Raya (KA 350).
Warganet kini tengah dihebohkan dengan sebuah kecelakaan kereta api antara KA Turangga dengan KA lokal Bandung Raya di Bandung, Jawa Barat.
Adapun kecelakaan kereta yang mengakibatkan pengalihan perjalanan kereta api ini terjadi pada Jumat, 5 Januari 2024.
Manajer Humas KAI Daop 2 Ayep telah mengonfirmasi informasi kecelakaan tersebut. Ia pun menyampaikan kecelakaan kereta itu bermula saat dua kereta saling bertabrakan.
“Iya (benar) di Cicalengka, kejadian pukul 06.03 WIB adu banteng antara KA Turangga dengan Kereta Lokal dan saat ini sedang proses evakuasi,” Kata Ayep, seperti beritajateng.tv kutip dari Antara.
BACA JUGA: Jebakan Tikus Sawah di Blora Kembali Telan Korban
Berikut fakta-fakta tentang insiden tabrakan kereta KA Turangga dengan KA lokal Bandung Raya.
Fakta-fakta kecelakaan kereta hari ini
1. Waktu kecelakaan
Terjadi kecelakaan adu banteng yang melibatkan KA Turangga (65A) yang ditarik lokomotif CC 206 13 97 dan KA Commuter Line Bandung Raya (KA 350) yang ditarik lokomotif CC 201 77 17 (vintage series) ada Jumat, 5 Januari 2024.
Adapun kecelakaan ini terjadi pada pukul 06.03 WIB di petak Haurpugur-Cicalengka atau sekitar 500 meter sebelum stasiun Cicalengka.
Karena insiden ini, jalur Haurpugur-Cicalengka tidak bisa dilintasi sementara waktu.
“Pagi ini, Jumat, 5 Januari 2024, terjadi insiden kecelakaan antara KA Turangga (65) dengan KA Commuter Line Bandung Raya (350) di lintas Haurpugur-Cicalengka di Bandung, sehingga menyebabkan jalur KA tidak dapat dilalui untuk sementara waktu,” kata PT KAI dalam keterangannya di akun X resminya.
2. Jumlah korban meninggal dunia
PT KAI, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa terdapat empat orang meninggal dunia atas kejadian tabrakan KA Turangga dengan KA Lokal Bandung Raya.
Korban tersebut terdiri dari masinis, asisten masinis, pramugara dan sekuriti.
“KAI sangat berduka dan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat petugas KA, terdiri atas masinis, asisten masinis, pramugara, dan sekuriti akibat peristiwa kecelakaan kereta api (KKA) antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng-Bandung dan Commuter Line Bandung Raya,” tulis PT KAI dalam situs resminya, Jumat (5/1/2024).
BACA JUGA: Hari Pertama Tahun Baru, Sinyal Indosat Hilang di Jateng dan Jogja, Ternyata Ini Penyebabnya
3. Penyebab kecelakaan
PT KAI bersama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini sedang melakukan proses investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
“KAI juga akan melakukan investigasi bersama KNKT untuk mengetahui penyebab kecelakaan,” tutur EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji.
Fakta lainnya
4. Jumlah gerbong terdampak kecelakaan
Salah satu penumpang KA Turangga, Heri Aliyudin menyebut Jumlah gerbong yang terdampak kecelakaan sebanyak 16 gerbong.
Heri juga menjelaskan menurut keterangan penduduk setempat, biasanya KRD akan berhenti dulu ketika KA Turangga akan melintas. Tapi pada kejadian ini, KRD tetap melintas sehingga terjadi tabrakan di lintasan one way ini.
5. DJIKA Kemenhub turunkan tim evakuasi
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) turunkan tim untuk melakukan proses evakuasi korban dan menindaklanjuti insiden tersebut.
BACA JUGA: Kecam Penganiayaan Relawan di Boyolali, Ketua TPD Jateng Ganjar-Mahfud Kawal Laporan ke Denpom
“Guna menindaklanjuti dan mengevakuasi korban dari insiden ini, DJKA telah mengirimkan tim teknis untuk mengamankan lokasi kejadian,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal, mengutip Antara.(*)





