Gaya Hidup

Kumpulan Fakta Menarik Film Bioskop Penerbangan Terakhir, Mengangkat Skandal Terbesar Dunia Penerbangan

×

Kumpulan Fakta Menarik Film Bioskop Penerbangan Terakhir, Mengangkat Skandal Terbesar Dunia Penerbangan

Sebarkan artikel ini
Film Penerbangan Terakhir
Poster film Penerbangan Terakhir. Ig/@filmpenerbanganterakhir

SEMARANG, beritajateng.tv – Film bioskop 2026 yang sedang tayang beberapa terakhir ini berjudul Penerbangan Terakhir sukses mengungkap rahasia besar sebuah penerbangan.

Film ini merupakan salah satu drama terbaru karya VMS Studio yang tayang sejak 15 Januari kemarin.

Melalui teaser yang hadir dengan durasi kurang lebih 1 menit 3 detik, banyak netizen yang ikut penasaran akan kisah dari film tersebut.

BACA JUGA: Fakta Mencekam Film Viral Horor About a Place in the Kinki Region

Namun sebelum kamu menyaksikannya di bioskop, yuk simak terlebih dahulu beberapa kumpulan fakta menarik dari film yang satu ini.

Fakta Menarik Film Penerbangan Terakhir

Dapat terbilang, tidak banyak film Indonesia yang benar-benar mengulas secara mendalam tentang emosional antara pilot dan pramugari.

Cuplikan teaser memperlihatkan bagaimana rutinitas terbang hingga 900 jam dalam setahun dapat membuka peluang terjadinya kisah romantis, bahkan berujung pada skandal besar.

Film ini menampilkan sisi dunia penerbangan yang tampak glamor dan penuh kedisiplinan, namun menyimpan cerita yang jauh lebih berani di baliknya.

Sutradara Benni Setiawan mengungkapkan bahwa Jerome Kurnia mampu membawakan peran Kapten Deva dengan sangat meyakinkan.

Jerome melakukan riset serius, mulai dari mempelajari sikap seorang pilot hingga memahami aspek teknis penerbangan secara detail.

Tak hanya itu, Benni menilai Jerome sangat pas memerankan sosok Deva yang memiliki karakter playboy.

Di sisi lain, Jerome sendiri menyebut Deva sebagai tipe pria yang patut waspadai oleh perempuan.

Sementara itu, Tiara digambarkan sebagai pramugari yang lugu dan mudah luluh oleh perhatian.

Kehadiran Deva dengan limpahan perhatian tersebut ternyata merupakan bentuk love bombing, salah satu pola manipulasi dalam hubungan.

Nadya Arina menjelaskan bahwa Tiara adalah sosok yang “buta” terhadap perhatian laki-laki dan tidak menyadari bahwa apa yang ia terima bukanlah cinta, melainkan permainan psikologis.