Menurutnya, riset perlu terhubung dengan kebutuhan nyata pemerintah dan masyarakat, sehingga tidak berhenti sebagai kajian atau dokumen semata.
“Ini yang saya hargai dan saya apresiasi, kegiatan semua badan riset kita kumpulin jadi satu. Itu menjadi potensi bagi kita untuk ikut serta membangun Jawa Tengah,” imbuhnya.
BACA JUGA: Bupati Blora Tantang 100 Mahasiswa KKN UNY Tinggalkan Karya Nyata, Bukan Sekadar Laporan
Hasil Riset Akademisi Bakal jadi Rekomendasi Kebijakan
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jateng bersama BRIN juga menghimpun rekomendasi kebijakan melalui 51 policy brief. Rekomendasi itu mencakup sejumlah persoalan strategis, di antaranya ketahanan pangan dan lingkungan, ekonomi dan UMKM, serta kesehatan.
Luthfi berharap, hasil riset dari para peneliti dan akademisi dapat ԁimanfaatkan untuk mendukung pengembangan wilayah sekaligus membantu pemerintah merancang program yang lebih tepat sasaran.
Ia juga mengaitkan penguatan riset dengan upaya membawa Jawa Tengah berkontribusi dalam pencapaian Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat dalam penelitian akan memperkaya gagasan dan solusi untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah.
“Banyak penghargaan yang kita berikan karena basis pembangunan di tempat kita adalah riset,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





