BLORA, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten Blora menerima 100 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di sejumlah desa. Dalam kesempatan itu, Bupati Blora Arief Rohman menantang para mahasiswa agar meninggalkan karya nyata yang berdampak bagi masyarakat, bukan sekadar menyelesaikan laporan akademik.
Penerimaan mahasiswa KKN berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Blora, Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik UNY Prof. Nur Hidayanto Pancoro Putro beserta jajaran, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa lokasi KKN, serta 100 mahasiswa peserta.
Dalam sambutannya, Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNY menjadikan Blora sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pembangunan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa KKN UNY. Kehadiran adik-adik menjadi bagian dari penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat,” kata Arief.
BACA JUGA: Dugaan Keracunan MBG di Blora, Susu Kemasan Meledak Jadi Sorotan
Ia mengungkapkan, kerja sama antara Pemkab Blora dan UNY juga terus berkembang. Salah satunya melalui rencana pendirian Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UNY di Kabupaten Blora. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Menurut Arief, tema KKN UNY tahun ini, “Kampus Berdampak: Mahasiswa Mengabdi Menuju Masyarakat Sehat dan Sejahtera yang Unggul, Kreatif, dan Inovatif Berkelanjutan”, sejalan dengan berbagai program prioritas pembangunan Kabupaten Blora.
Mahasiswa harapannya mampu berkontribusi dalam berbagai sektor strategis. Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, peningkatan layanan kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan potensi desa sesuai karakteristik wilayah masing-masing.





