SEMARANG, beritajateng.tv — Suasana semarak mewarnai hari pertama Pameran Produk UMKM Unggulan dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang ԁigelar di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah, Kamis, 20 Agustus 2026.
Di tengah ratusan tenant yang memadati lokasi, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berkesempatan melakukan kunjungan khusus ke stan pameran Bank Jateng.
Kunjungan tersebut menjadi simbol dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap peran strategis Bank Jateng dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.
Dalam peninjauannya, Ahmad Luthfi mencermati berbagai lini produk keuangan yang ԁitawarkan, mulai dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku ekonomi mikro, fasilitas KPR Subsidi, hingga sarana investasi emas bagi masyarakat.
Gubernur mengapresiasi keaktifan Bank Jateng yang tidak hanya fokus pada pembiayaan modal usaha. Tetapi, juga menyediakan solusi finansial yang komprehensif bagi warga Jawa Tengah.
BACA JUGA: Gubernur Jateng Lantik Pengurus Baru Bank Jateng
Menurutnya, keberadaan hampir 4,9 juta unit UMKM di 35 kabupaten/kota memerlukan sinergi perbankan yang kuat agar mampu naik kelas.
“Kami ingin UMKM bisa berdaya guna sehingga ekonomi kerakyatan berkembang. Ini bagian dari pengembangan ekonomi berbasis desa dan kota,” ujar Luthfi usai meresmikan pembukaan pameran.
Menanggapi kunjungan dan apresiasi Gubernur, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menyatakan bahwa kehadiran Bank Jateng pada pameran ini merupakan wujud nyata komitmen perseroan dalam mendukung visi Pemprov Jawa Tengah.
“Kunjungan dan dukungan dari Bapak Gubernur menjadi dorongan moral bagi kami untuk terus memperluas jangkauan layanan finansial yang inklusif. Bank Jateng berkomitmen penuh mempercepat penyaluran KUR untuk ekonomi mikro, membantu penyediaan hunian terjangkau melalui KPR Subsidi, serta memfasilitasi perencanaan keuangan masa depan masyarakat lewat investasi emas,” kata Bambang Widyatmoko di lokasi pameran.
Bambang menambahkan, seluruh program yang ԁihadirkan ԁirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat dan pelaku usaha lokal di era modern.





