Jateng

Lahan Baku Sawah di Jateng Berkurang 62 Ribu Hektare per 2024, Distanbun: Paling Banyak Grobogan

×

Lahan Baku Sawah di Jateng Berkurang 62 Ribu Hektare per 2024, Distanbun: Paling Banyak Grobogan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Himawan Wahyu Pamungkas saat dijumpai di Kantor DPD RI Perwakilan Jawa Tengah, Kota Semarang. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)
Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Himawan Wahyu Pamungkas saat dijumpai di Kantor DPD RI Perwakilan Jawa Tengah, Kota Semarang. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Luas baku sawah Jawa Tengah mengalami penurunan 62 ribu hektare lebih, terhitung dari 2019 hingga 2024.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, luas lahan sawah yang tercatat oleh ATR/BPN seluas 1.049.661 hektare pada tahun 2019. Sementara, jumlah itu mengalami penurunan sebesar 62.193 hektare pada tahun 2023, menjadi 987.468 hektare.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Himawan Wahyu Pamungkas, membenarkan adanya penurunan lahan baku sawah tersebut. Menurut pengakuannya, adanya penurunan lahan baku sawah lantaran alih fungsi lahan ke industri dan pemukiman.

BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng: Harga Beras Naik Bakal Memicu Petani Berbondong-bondong Garap Sawah

Tak hanya untuk industri maupun pemukiman, adanya proyek strategis nasional (PSN) seperti Tol Trans Jawa yang melintasi Jawa Tengah juga menjadi penyebab berkurangnya lahan baku sawah.

“Data itu adalah data lahan baku sawah yang tertuang dalam Raperda RTRW, disandingkan antara 2019 dan 2023, turunnya 62 ribu sekian. Itu adalah luas baku yang secara prinsip tidak boleh dialih fungsikan, [karena] untuk mendukung dan menjamin ketersediaan pangan. Luas baku sawah, peruntukannya untuk sawah saja,” ujar Himawan.

Menurut keterangannya, Kabupaten Grobogan menjadi wilayah dengan penurunan luas baku sawah terbanyak. Pada tahun 2019, luas baku sawah di Grobogan sebanyak 90.776 hektare. Jumlah itu turun menjadi 82.389 hektare di tahun 2024 atau mengalami penurunan sebanyak 8.387 hektare.

BACA JUGA: Jaga Ketahanan Pangan Nasional, Wamentan Sudaryono: Akan Ada Cetak Sawah 3 Juta Hektare

Disusul oleh Kabupaten Wonogiri yang mengalami penurunan sebanyak 6.598 hektare atau 44.070 hektare pada 2019 menjadi 37.472 pada 2024.

Himawan mengaku, penurunan luas baku sawah ini sangat berpengaruh pada produksi beras di Jawa Tengah. Terlebih, Jawa Tengah mendapat label sebagai lumbung pangan.

“Sangat berpengaruh, produksi beras memang secara umum tren lima tahun itu turun, konsisten turun. Memang faktanya seperti itu, justru dari situ kemudian kita bisa mencari solusi, kami perlu mendapat banyak masukan,” pungkas dia. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp