SEMARANG, beritajateng.tv – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti melakukan tinjauan arus mudik di sejumlah titik Posko Pengamanan, Bandara serta Stasiun di Semarang, Rabu petang, 18 Maret 2026.
Bersama jajaran Forkompinda, rombongan melakukan tinjauan ke Posko Simpang Lima, Posko Dinas Perhubungan di Depan Kantor Dinas Kesehatan, Jalan Pandanaran. Pantauan berlanjut ke Bandara Jenderal Ahmad Yani, serta Stasiun Tawang.
Dalam kesempatan itu, Agustina juga menyempatkan diri melihat langsung lonjakan pemudik. Salah satunya di Jalan Tol melalui ATCS milik Dinas Perhubungan di Posko Pandanaran.
Dari pantauan yang ada, tampak para pemudik mulai berdatangan ke Kota Semarang melalui Bandara ataupun Stasiun.
Sementara di ruas tol dalam kota, terlihat pemudik dari arah barat mulai masuk ke Semarang melalui Jalan Tol pasca pemberlakuan One Way.
“Yang agak mengawatirkan nanti kepadatan pemudik yang terjadi besok. Tadi sudah di jelaskan oleh Polrestabes dan Dinas Perhubungan kemungkinan akan dilakukan rekayasa one way,” jelas Agustina.
Dia berharap, adanya lonjakan pemudik di ruas tol dengan sistem one way, tidak berdampak besar kepada kemacetan yang ada di dalam kota. Pemkot sendiri sudah siap melakukan rekayasa jika terjadi kepadatan.
Dia menjelaskan, Pemkot Semarang berusaha maksimal untuk membuat Idul Fitri dapat terlaksana dengan baik bagi setiap orang.
BACA JUGA: One Way Diberlakukan, GT Kalikangkung Catat Lonjakan Kendaraan Hingga 53 Persen
“Saya sampaikan ke warga, untuk menyambut pemudik yang datang atau ke Semarang, mudah-mudahan bisa merasa nyaman. Apapun itu keselamatan nomor satu,” jelas dia.
Agustina juga berpesan kepada petugas yang berjaga untuk sabar, dan tetap istirahat cukup. “Misal ngga ada jadwal, tengok juga keluarga, karena mereka juga butuh perhatian,” pungkas dia
Sementara itu, Kepala Seksi dan Rekayasa Lalu Lintas, Dishub Kota Semarang, Muhammad Ali Mursyidi, menjelaskan jika penanganan lalu lintas berfokus pada kepadatan ditengah kota, exit tol dan titik keramaian lainnya.
Dia menerangkan, sudah ada sistem ATCS di 52 persimpangan jalan dengan intervensi ketika terjadi kepadatan lalu lintas. Dengan operator yang bekerja selama 24 jam.
“Kita bisa intervensi dengan membuat lampu hijaunya lebih lama di titik kemacetan sabar langkah penarikan, tujuannya agar tidak stuck atau mengunci,” bebernya.
Selain itu, jika ada pemberlakuan one way di jalan tol. Kemungkinan akan ada kendaraan yang keluar dan mencari jalan alternatif. Dinas Perhubungan, kata dia, sudah bekerjasama dengan Polrestabes, untuk mengatur jalur alternatif Semarang di Arus Mudik.
“Fasilitas berupa rambu, di jalur-jalur alternatif sudah kita pasang, misalnya di perbatasan dengan Kabupaten Semarang, Kendal misalnya di Cangkiran dan lainnya,” bebernya. (*)
Editor: Elly Amaliyah




