Peristiwa

One Way Diberlakukan, GT Kalikangkung Catat Lonjakan Kendaraan Hingga 53 Persen

×

One Way Diberlakukan, GT Kalikangkung Catat Lonjakan Kendaraan Hingga 53 Persen

Sebarkan artikel ini
One Way Diberlakukan, GT Kalikangkung Catat Lonjakan Kendaraan Hingga 53 Persen
Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gelombang arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di jalur utama menuju Jawa Tengah. Dalam kurun waktu 24 jam, volume kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, mengalami lonjakan signifikan.

Data terbaru mencatat, sejak Selasa, 17 Maret 2026 pukul 06.00 WIB hingga Rabu, 18 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, sebanyak 48.150 kendaraan masuk dari arah Jakarta melalui Gerbang Tol Kalikangkung. A

ngka ini menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan hari sebelumnya.

Puncak kepadatan terjadi pada sore hari, tepatnya pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, saat hampir 3.000 kendaraan melintas dalam satu jam.

Lonjakan ini semakin terasa setelah pemberlakuan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way dari Brebes hingga GT Kalikangkung.

Sejak penerapan sistem ini, arus kendaraan dari arah barat terus mengalir deras dengan volume mencapai 2.800 hingga 3.000 kendaraan per jam.

Kondisi ini menandai meningkatnya mobilitas masyarakat yang mulai memasuki fase puncak mudik.

BACA JUGA: 33 Ribu Kendaraan Masuk Semarang Lewat Tol Kalikangkung, Puncak Arus Terjadi Siang Hari

Jika kita bandingkan dengan hari sebelumnya, lonjakan kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah melalui Kalikangkung mencapai lebih dari 16 ribu unit atau naik sekitar 53 persen. Sebaliknya, arus kendaraan yang keluar menuju arah Jakarta justru mengalami penurunan cukup signifikan.

Situasi serupa juga terlihat di Gerbang Tol Pejagan. Dalam periode yang sama, tercatat 13.570 kendaraan masuk ke wilayah Jawa Tengah. Peningkatan arus masuk mencapai hampir 42 persen dari hari sebelumnya, sementara arus keluar ke arah barat menurun tajam.

Kasatgas Humas Polda Jawa Tengah, Artanto, mengatakan peningkatan ini merupakan bagian dari dinamika puncak arus mudik yang terjadi secara bertahap.

“Peningkatan volume kendaraan ini sudah kami antisipasi. Rekayasa lalu lintas seperti one way diberlakukan berdasarkan parameter tertentu untuk menjaga kelancaran arus mudik,” ujarnya.