Jateng

Lampaui Target EBT 2023, Dinas ESDM Jateng Beberkan Kendala Energi Bauran pada Tahun 2024-2025

×

Lampaui Target EBT 2023, Dinas ESDM Jateng Beberkan Kendala Energi Bauran pada Tahun 2024-2025

Sebarkan artikel ini
energi terbarukan | desa mandiri energi | Target EBT
Plt Kepala Dinas ESDM Jateng, Boedya Dharmawan, saat ditemui beritajateng.tv di kantor Dinas ESDM Jateng, Jalan Madukoro, Kota Semarang, Jumat 7 Juli 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Semula mempunyai target 23 persen, Dewan Energi Nasional (DEN) berencana akan menurunkan target bauran energi baru terbarukan (EBT) 2025 di angka 17 hingga 19 persen.

Merespons hal ini, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Provinsi Jawa Tengah angkat bicara. Kepala Dinas ESDM Jateng, Boedya Dharmawan, mengaku siap untuk menyesuaikan penurunan ketetapan target.

“Itu sudah banyak diberitakan, tetapi secara resmi saya belum bisa bilang secara pasti angkanya berapa, kan proses belum final walau perhitungannya sudah. Kalau ini menurun, kita menyesuaikan,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Minggu, 4 Februari 2024.

Boedya menyebut, Dinas ESDM Jateng sudah mencapai realisasi bauran EBT di angka 15,98 persen sepanjang tahun 2023.

BACA JUGA: Lirik Pemanfaatan EBT di Jawa Timur, Dinas ESDM Jateng Gandeng 22 Desa Turut Capacity Building

“Realisasinya 15,98 persen, yang mana targetnya itu 15,96 persen. Jadi itu di atas target, selisih sedikit 0,2 persen,” ungkapnya.

Berkaitan dengan penurunan target nasional, Boedya mengaku telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Lantaran, lanjut Boedya, secara teknis pemerintah pusat masih berpaku pada pembangunan besar skala nasional.

“Target bauran EBT ini sedang kita diskusikan, terkait metode perhitungan pemerintah sudah saya minta koordinasi. Teknis pemerintah itu hanya mendasarkan pada pembangunan besar di skalan nasional, tetapi yang kecil tidak dihitung. Kita kan EBT-nya berbasis lokal, mereka belum meng-cover itu,” aku Boedya.

Kendala target EBT

Sebelum adanya perubahan, pihaknya menyebut target bauran EBT 2025 Jateng ada di angka 21,32 persen. Kendati awalnya optimis, namun Boedya mengaku ada beberapa kendala.

“Kami awalnya optimis mencapai angka 21,32, alasannya karena perkembangan industri sudah mulai pakai solar panel. Tetapi ada kebijakan yang mana industri itu tidak boleh menjual dayanya ke PLN, jadinya ada sedikit brebet di sana,” paparnya.

Bukan tanpa alasan, selain melakukan efisiensi energi, sektor swasta yang menggunakan panel surya (solar panel) menurutnya juga ingin mencari keuntungan dengan menjual listriknya kepada PLN. Sehingga, lanjut Boedya, hal itu tak mencapai titik temu.

BACA JUGA: 2.369 Desa Mandiri Energi Tersebar di Jawa Tengah

“Sisa listrik dari industri tidak bisa dijual, jadi (pemakaian EBT) menurun. PLN juga surplus daya, dia (PLN) pun sedang menggenjot pemasaran karena oversupply listrik. Kebijakan EBT memang mendorong penggunaan energi alternatif, namun itu salah satu sisi lemahnya kebijakan tersebut, yang mana itu muncul tidak terduga,” akunya.

Kendati pada tahun 2023 mencapai realisasi di atas target, namun Boedya menyebut target 21,32 persen pun cukup berat. Menurutnya, di tahun 2024 ini pihaknya masih mencapai angka sekitar 16 persen.

“Mengejar sampai 21,32 selama 2 tahun menuju 2025 itu ya berat, apalagi kemarin ada efisiensi anggaran dan infrastruktur untuk Pemilu. Ini agak tersendat di tahun 2024, jadi untuk mencapai target 21 persen itu cukup berat,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp